Share

Karhutla di Kawasan Danau Toba, Polisi Tetapkan 11 Tersangka

Wahyudi Aulia Siregar, Okezone · Jum'at 12 Agustus 2022 17:15 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 12 608 2646827 karhutla-di-kawasan-danau-toba-polisi-tetapkan-11-tersangka-0ywQPs3QBO.jpg Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)

MEDAN - Polisi menetapkan 11 orang tersangka dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kawasan Danau Toba, Sumatera Utara dalam beberapa pekan terakhir.

Hal itu disampaikan Kapolda Sumut, Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak saat apel kesiapan penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan di Apron Carli, Lanud Soewondo Medan, Jumat (13/8/2022).

Panca menjelaskan, dari pantauan menggunakan satelit dan aplikasi yang mereka punya, ada 315 titik api (hotspot) di Sumatera Utara. Titik api itu diklasifikasikan sebagai titik api ringan, menengah dan berat.

"Dari jumlah kasus tersebut kita sudah melakukan penegakan hukum pada masyarakat. Ada 11 orang yang sudah kira proses," kata Panca.

Panca menegaskan meski memproses hukum para pelaku pembakar hutan namun pihaknya tetap melakukan pendekatan persuasif agar masyarakat tidak membersihkan lahan dengan cara membakar karena kondisi cuaca panas dan cukup kering.

"Mohon bantuan teman-teman media, mudah-mudahan langkah yang kita lakukan bisa mengedukasi masyarakat agar saat membersihkan lahan dengan cara yang bijak jangan membakar karena berbahaya di kondisi cuaca seperti saat ini," pungkasnya.

Gubernur Sumatera Utara, Letnan Jenderal TNI Purn , Edy Rahmayadi yang memimpin apel kesiapan penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan itu, mengatakan bahwa apel ini merupakan suatu tahapan penting untuk mengingatkan akan perlunya upaya untuk memelihara kelestarian hutan dan lahan yang ada di Sumatera Utara.

Karena Indonesia merupakan salah satu paru-paru dunia setelah negara Brasil dan Kongo yang menunjukkan bahwa upaya menjaga kelestarian hutan dan lahan merupakan bagian dari upaya pelestarian dunia.

" Oleh karena itu melalui kegiatan ini diharapkan untuk memastikan kesiapsiagaan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, TNI-POLRI dan seluruh instansi terkait lainya dan organisasi pecinta lingkungan," ucap Edy.

Berdasarkan data yang ada, kata Edy, pada semester pertama tahun 2022 terdapat 206 hotspot dan 156 kejadian kebakaran hutan dan lahan di provinsi Sumatera Utara. Hal tersebut mengalami peningkatan sebanyak 36 titik bila dibandingkan dengan semester satu tahun 2021.

"Peningkatan hotspot yang cukup tinggi terjadi dalam kurun waktu beberapa hari terakhir dimana terdapat 212 titik api yang tersebar di wilayah provinsi Sumatera Utara untuk periode 1 hingga 9 Agustus 2022. Ini sangat mengkhawatirkan," tandas Edy.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini