Share

Banjir Rendam 201 Rumah di Kota Palopo

Arief Setyadi , Okezone · Minggu 14 Agustus 2022 15:13 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 14 340 2647600 banjir-rendam-201-rumah-di-kota-palopo-GybPEJ32nj.jpg Banjir merendam permukiman warga di Kota Palopo (Foto: Dok BNPB)

JAKARTA - Hujan intensitas tinggi disertai angin kencang memicu meluapnya air di beberapa titik Kota Palopo, Provinsi Sulawesi Selatan pada Jumat 12 Agustus 2022 pukul 22.25 WITA. Meluapnya air tersebut menyebabkan banjir yang menggenangi tujuh kelurahan di wilayah Kota Palopo.

Demikian informasi dari Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari melalui keterangan tertulisnya, Minggu (14/8/2022).

Muhari mengungkapkan, tujuh kelurahan yang terdampak adalah Kelurahan Mancani di Kecamatan Tellu Wanua, Kelurahan Amassangan dan Kelurahan Dangerakko di Kecamatan Wara, Kelurahan Surutanga, Kelurahan Salotellue, Kelurahan Ponjalae di Kecamatan Wara Timur, dan Keluran Tamarundung di Kelurahan Wara Barat.

"Banjir tersebut merendam 201 unit rumah warga dengan ketinggian muka air berkisar antara 50 hingga 70 sentimeter. Selain rumah warga, banjir juga berdampak pada 4 unit sekolah dasar," katanya.

Hujan yang disertai angin kencang itu juga menyebabkan beberapa pohon tumbang dan sempat menutup akses Jalan Poros Palopo ke Tanah Toraja. Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) langsung turun ke lapangan untuk membersihkan puing-puing pohon tumbang yang menutup badan jalan.

BACA JUGA:BNPB Mencatat 145 Jiwa Terdampak dan 40 Rumah Terendam Banjir di Pohuwato Gorontalo 

Menurut laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB pada Sabtu 13 Agustus, banjir di beberapa titik terpantau sudah surut. Akses jalan Poros Palopo ke Tanah Toraja yang sebelumnya sempat tertutup sudah kembali kondusif dan dapat dilalui masyarakat.

Baca Juga: Tidak Hanya Berantas Pencurian Ikan, Ini Bukti Nyata Ketegasan KKP

Peringatan dini cuaca Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan hingaa Senin 15 Agustus, Provinsi Sulawesi Selatan berpotensi mengalami hujan yang dapat disertai angin kencang.

Menyikap hal tersebut, BNPB mengimbau pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan waspada akan potensi bahaya banjir. Pemerintah daerah bersama warga dapat secara rutin dapat membersihkan saluran air, normalisasi sungai, serta menghijaukan kembali daerah resapan air di hulu dan sepanjang aliran sungai.

"Apabila terjadi hujan lebat yang disertai angin kencang, masyarakat diimbau untuk menjauhi pohon besar, papan reklame, serta bangunan yang mulai rapuh untuk meminimalisir kerugian akibat cuaca ekstrem," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini