Share

Terungkap! Surat Rahasia Trump Dukung Israel Caplok Palestina!

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 16 Agustus 2022 13:17 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 16 18 2648803 terungkap-surat-rahasia-trump-dukung-israel-caplok-palestina-MAH7uIgmkq.jpg Presiden Ke-45 AS Donald Trump. (Foto: Instagram)

WASHINGTON - Mantan presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberi wewenang kepada perdana menteri Israel saat itu, Benjamin Netanyahu, untuk mencaplok bagian-bagian Tepi Barat, demikian terungkap dalam sebuah surat yang diperoleh secara eksklusif oleh The Jerusalem Post.

Dalam surat tiga halaman tertanggal 26 Januari 2020, dua hari sebelum Trump mempresentasikan Visi untuk Perdamaian-nya di Gedung Putih, dia telah merangkum beberapa detailnya. Ini termasuk bahwa Israel akan dapat memperluas kedaulatan ke bagian-bagian Tepi Barat, sebagaimana digambarkan dalam peta yang disertakan dalam rencana jika Netanyahu menyetujui sebuah negara Palestina di wilayah yang tersisa di peta itu.

BACA JUGA: Dengan Bantuan AS, Israel Yakin Akan Caplok Sebagian Tepi Barat

Trump meminta Netanyahu untuk mengadopsi "kebijakan yang digariskan dalam ... Visi (untuk Perdamaian) mengenai wilayah Tepi Barat yang diidentifikasi sebagai bagian dari negara Palestina di masa depan."

“Sebagai imbalan bagi Israel yang menerapkan kebijakan ini,” kata Trump sebagaimana dilansir Jerusalem Post, “dan secara resmi mengadopsi rencana teritorial terperinci yang tidak bertentangan dengan Peta Konseptual yang dilampirkan pada Visi saya – Amerika Serikat akan mengakui kedaulatan Israel di wilayah Tepi Barat yang visi saya menganggap sebagai bagian dari Israel.”

BACA JUGA: Israel Sambut Pembicaraan Damai dengan Palestina

Tanggapan Netanyahu mengatakan bahwa Israel akan bergerak maju dengan rencana kedaulatan "dalam beberapa hari mendatang," menurut juru bicaranya.

Perwakilan Khusus Trump untuk Negosiasi Internasional Jason Greenblatt mengatakan bahwa selama waktunya di Gedung Putih bahwa dia selalu memahami Netanyahu menginginkan pengakuan AS atas perpanjangan kedaulatan Israel atas wilayah-wilayah, termasuk Tepi Barat. Greenblatt mengatakan bahwa untuk itu, Netanyahu perlu menyetujui rencana perdamaian yang diusulkan Gedung Putih.

Sementara seorang sumber dari administrasi Trump yang terlibat erat dengan surat presiden tersebut mengatakan bahwa "itu adalah bagian penting dari penerimaan Israel terhadap Visi Perdamaian sebagai kerangka kerja untuk negosiasi (dengan Palestina) agar AS terlebih dahulu menerima kedaulatan Israel, sesuai dengan proses pemetaan dan rencananya, dan agar semua komunitas Yahudi di Yudea dan Samaria dan Lembah Yordan termasuk di dalamnya.

Pembicaraan damai antara Israel dan Palestina terhenti sejak 2014. Pembicaraan itu hingga kini belum kembali berlanjut meski pada 2020 Netanyahu mengatakan Palestina “tidak punya pilihan” selain kembali ke meja perundingan setelah sejumlah negara Arab melakukan normalisasi hubungan dengan Israel.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini