Share

Bedak Bayi Fenomenal Johnson & Johnson Hentikan Penjualan pada 2023, Beralih ke Bedak Berbasis Tepung Jagung

Kevi Laras, MNC Portal · Selasa 16 Agustus 2022 17:31 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 16 18 2649067 bedak-bayi-fenomenal-johnson-johnson-hentikan-penjualan-pada-2023-beralih-ke-bedak-berbasis-tepung-jagung-RoKeAQnW6u.jpg Bedak Johnson & Johnson hentikan penjualan pada 2023 (Foto: Reuters)

NEW YORK Perusahaan bedak Johnson & Johnson (J&J) mengumumkan akan menghentikan penjualan secara global pada 2023. Hal tersebut disampaikan perusahaan setelah lebih dari dua tahun mengakhiri penjualan produk di Amerika Serikat (AS).

"Sebagai bagian dari penilaian portofolio di seluruh dunia, kami telah membuat keputusan komersial untuk beralih ke portofolio bedak bayi berbasis tepung jagung," kata pihak J&J dilansir CNA.

Diketahui, perusahaan bedak terkenal ini memang tengah menghadapi puluhan ribuan tuntutan dari konsumen atas tuduhan kandungan asbes dalam produk bedak mereka. Produk yang mereka jual disebut-sebut telah memicu kanker di banyak orang. Mereka pun harus menghadapi ribuan tuntutan hukum di bidang keselamatan konsumen.

Baca juga: Penjualan Bedak Bayi Johnson & Johnson Bakal Distop di 2023   

Sebelumnya pada 2020, perusahaan ini sempat mengumumkan bahwa mereka akan berhenti menjual bedak bayi di AS dan Kanada karena permintaan telah turun. Mereka mengklaim penurunan ini karena misinformasi terkait keamanan produk itu.

Baca juga: Buntut Kasus Bedak Bayi, Johnson & Johnson Ajukan Bangkrut!

Perusahaan itu menghadapi sekitar 38.000 tuntutan hukum dari konsumen dan para penyintas mereka. Tuntutan ini mengklaim produk bedaknya menyebabkan kanker karena kontaminasi asbes dan karsinogen.

Menanggapi bukti kontaminasi asbes yang disajikan dalam laporan media, di ruang sidang dan di Capitol Hill, pihak perusahaan telah berulang kali mengatakan produk bedaknya aman dan tidak menyebabkan kanker.

Menurut penyelidikan Reuters pada 2018, pihak perusahaan telah mengetahui selama beberapa dekade bahwa asbes, karsinogen, ada dalam produk bedaknya.

Catatan internal perusahaan, kesaksian persidangan, dan bukti lain menunjukkan bahwa setidaknya dari1971 hingga awal 2000-an, bedak mentah dan bubuk jadi J&J terkadang diuji positif mengandung sejumlah kecil asbes.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini