Share

Serangan Bom dan Pembakaran Guncang Thailand, 7 Orang Terluka

Susi Susanti, Okezone · Kamis 18 Agustus 2022 12:54 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 18 18 2649972 serangan-bom-dan-pembakaran-guncang-thailand-7-orang-terluka-WwFnccVMUx.jpeg Serangan bom dan pembakaran mengguncang Thailand (Foto: CGTN)

THAILAND – Pihak berwenang mengatakan ledakan dan kebakaran melanda setidaknya 17 lokasi di Thailand selatan pada Rabu (17/8/2022), dalam apa yang tampaknya merupakan beberapa serangan terkoordinasi yang melukai tujuh orang.

Menurut pernyataan polisi dan militer, serangan bom dan pembakaran terjadi setelah tengah malam dan menargetkan toko-toko dan sebuah pompa bensin di tiga provinsi, melukai sedikitnya tujuh orang.

Dikutip CNN, sejauh ini belum ada yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Provinsi-provinsi di Thailand selatan di sepanjang perbatasan dengan Malaysia telah menyaksikan pemberontakan tingkat rendah selama beberapa dekade, ketika pemerintah Thailand telah memerangi kelompok-kelompok bayangan yang mencari kemerdekaan untuk provinsi-provinsi yang berpenduduk mayoritas Muslim di Pattani, Yala, Narathiwat dan sebagian Songkhla.

Baca juga: Serangan Masjid Kabul saat Salat Maghrib, 3 Orang Meninggal dan 27 Terluka

Menurut kelompok Deep South Watch, yang memantau kekerasan itu, lebih dari 7.300 orang tewas dalam konflik itu sejak 2004.

Baca juga: Update Serangan Masjid Kabul, Korban Meninggal Bertambah Jadi 10 Orang Termasuk Imam Masjid

Pembicaraan damai yang dimulai pada 2013 telah menghadapi gangguan secara berulang.

Baca Juga: Salurkan BLT BBM kepada 20,65 Juta KPM, Ini Strategi Pos Indonesia

Serangan pada Rabu (17/8/2022) terjadi setelah pemerintah Thailand awal tahun ini memulai kembali diskusi dengan kelompok pemberontak utama, Barisan Revolusi Nasional, setelah jeda dua tahun karena pandemi.

Sementara itu, Organisasi Persatuan Pembebasan Patani (PULO), yang dikesampingkan dari putaran terakhir pembicaraan, melakukan pemboman selama bulan suci Ramadan, mengklaim dialog itu tidak inklusif. Pemerintah telah mengatakan siap untuk berbicara dengan semua kelompok.

Pemimpin organisasi itu, Kasturi Makhota, mengatakan kepada Reuters bahwa serangan pada Rabu (17/8/2022) tidak ada hubungannya dengan PULO.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini