Share

Thailand Tolak Wisatawan yang Mengisap Ganja

Susi Susanti, Okezone · Kamis 18 Agustus 2022 13:34 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 18 18 2650001 thailand-tolak-wisatawan-yang-mengisap-ganja-EyWYHHSueo.jpg Thailand menolak wisatawan yang mengisap ganja (Foto: CNN)

THAILAND - Menteri Kesehatan Thailand Anutin Charnvirakul pada Rabu (17/8/2022) melarang wisatawan mengunjungi negara itu hanya untuk merokok ganja, hanya dua bulan setelah undang-undang baru disahkan yang sebagian besar telah mendekriminalisasi obat-obatan terlarang tersebut.

"Kami tidak menyambut turis seperti itu," terangnya kepada wartawan ketika ditanya tentang penggunaan ganja rekreasi di kalangan pengunjung asing, dikutip CNN.

Komentar Anutin datang bahkan ketika kedatangan asing mulai meningkat di negara yang bergantung pada pariwisata. Ekonomi terbesar kedua di Asia Tenggara itu mengharapkan 8 juta hingga 10 juta kedatangan tahun ini, di atas perkiraan sebelumnya 7 juta.

Baca juga: Serangan Bom dan Pembakaran Guncang Thailand, 7 Orang Terluka

Tahun lalu, pandemi memangkas kedatangan asing menjadi hanya 428.000 orang, dibandingkan dengan rekor hampir 40 juta pada 2019.

Thailand telah memfokuskan kebijakan ganja pada industri sebesar 28 miliar baht (Rp12 triliun) di sekitar manfaat medis dan kesehatannya.

Baca juga: Jualan Kreatif! Pemasok Ganja Ini Jual Ganja Bonus Roti Tawar Gratis

Anutin mengatakan penggunaan rekreasi dapat dieksplorasi setelah ada pemahaman yang lebih baik tentang obat tersebut.

"Mungkin dalam waktu dekat ini," katanya.

Baca Juga: Salurkan BLT BBM kepada 20,65 Juta KPM, Ini Strategi Pos Indonesia

Pada 2018, Thailand menjadi negara Asia Tenggara pertama yang melegalkan ganja untuk penggunaan medis. Pada Juni lalu, seluruh pabrik didekriminalisasi, yang mengarah ke penggunaan rekreasi yang meluas.

Terlepas dari permohonan pemerintah untuk tidak mabuk, bisnis ganja dengan ruang merokok khusus langsung melejit di kalangan penduduk setempat dan pengunjung.

Tetapi mereka yang merokok di tempat umum berisiko menghadapi hukuman penjara tiga bulan atau denda hingga 25.000 baht (Rp10 juta).

Kebijakan ganja Thailand ini juga menarik minat dari tetangga regional seperti Malaysia, yang sedang mempelajari penggunaan ganja untuk tujuan medis.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini