Share

Beli Barang di Pelelangan, Keluarga Temukan Mayat 2 Anak Disembunyikan dalam Koper

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 18 Agustus 2022 15:26 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 18 18 2650095 beli-barang-di-pelelangan-keluarga-temukan-mayat-2-anak-disembunyikan-dalam-koper-Q46M3UndMR.jpg Foto: Reuters.

AUCKLAND – Sebuah keluarga Selandia Baru yang membeli beberapa barang terbengkalai dari unit penyimpanan, menemukan mayat dua anak yang disembunyikan di dua koper, di antara barang-barang yang mereka beli, demikian kata polisi.

BACA JUGA: Kepala Mayat Dalam Koper Ditemukan Terkubur Membusuk di Kediri

Inspektur Detektif Tofilau Faamanuia Vaaelua mengatakan bahwa anak-anak berusia antara 5 dan 10 tahun itu telah meninggal beberapa tahun dan koper-koper tersebut telah disimpan setidaknya selama tiga atau empat tahun.

Dia mengatakan penyelidikan itu pada tahap awal tetapi akan ketat.

“Ini termasuk menetapkan di mana, kapan, dan bagaimana,” kata Vaaelua kepada wartawan di Auckland sebagaimana dilansir LBC.

Keluarga tersebut telah membeli barang-barang pribadi dan rumah tangga dalam lelang online dan membawanya pulang minggu lalu.

BACA JUGA: Mayat Perempuan WNI Ditemukan dalam Koper di Makkah

Vaaelua menekankan bahwa mereka tidak ada hubungannya dengan kematian dan tertekan dengan penemuan tersebut.

Polisi pertama kali mengatur TKP di rumah di Auckland minggu lalu dan membuka penyelidikan pembunuhan, tetapi menolak untuk merinci kasus tersebut hingga Kamis (18/8/2022).

Vaaelua mengatakan prosedur identifikasi untuk anak-anak sedang berlangsung tetapi mereka memiliki kerabat yang tinggal di Selandia Baru. Dia juga mengatakan polisi telah menghubungi Interpol dan badan kepolisian luar negeri - indikasi yang mungkin polisi percaya bahwa sekarang tinggal di luar negeri.

"Tim investigasi bekerja sangat keras untuk meminta pertanggungjawaban orang atau orang-orang yang bertanggung jawab atas kematian anak-anak ini," kata Vaaelua.

Menurut dia, kasus ini sulit bagi tim investigasi.

"Tidak peduli berapa tahun Anda melayani dan menyelidiki kasus mengerikan seperti ini, itu tidak pernah menjadi tugas yang mudah," katanya.

“Saya sendiri adalah orang tua dari anak-anak kecil. Tapi kami punya pekerjaan yang harus dilakukan.”

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini