Share

Panik Anaknya Dikabarkan Kecelakaan, Orangtua Tertipu Rp21,9 Juta

Erfan Erlin, iNews · Selasa 23 Agustus 2022 18:17 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 23 510 2653081 panik-anaknya-dikabarkan-kecelakaan-orangtua-tertipu-rp21-9-juta-URzR0zh74g.jpg Ilustrasi (Foto : Okezone.com)

BANTUL - Nasib apes dialami oleh DP (43), warga Guwosari Pajangan Bantul itu, tertipu hingga Rp21,9 juta lantaran panik mendapat kabar anaknya mengalami kecelakaan di sekolah.

Kasihumas Polres Bantul Iptu I Nengah Jeffry Prana Widyana mengatakan, DP adalah wali murid siswa SD swasta di Kabupaten Bantul. Dia tertipu Senin 22 Agustus 2022, saat anaknya belajar di sekolah.

"Senin kemarin pukul 08.49 DP dihubungi seseorang,"ungkap dia, Selasa (23/8/2022).

melalui sambungan telepon, orang tak dikenal tersebut mengaku dari pihak SD tempar anaknya bersekolah. Saat itu, orang tersebut memberitahukan kepada DP jika anaknya terjatuh hingga tidak sadarkan diri.

Karena tak sadarkan diri, orang tak dikenal tersebut lantas mengatakan jika anak korban harus dilarikan ke rumah sakit PKU Muhammadiyah Bantul untuk mendapat perawatan. Namun pihak sekolah mengaku belum mengetahui kabar terbaru anak korban.

"Orang yang mengaku pihak sekolah tersebut memerintahkan korban agar menghubungi pihak yang membawanya ke rumah sakit. Pelaku memberi nomor handphone seseorang," ujar dia.

Saat itu juga, pelaku memberikan nomor HP untuk menghubungi orang yang membawa anak korban ke rumah sakit. Korban lalu menghubungi nomor tersebut dan berbicara dengan seseorang yang mengaku sebagai dokter dari pihak rumah sakit.

Orang yang mengaku dokter tersebut memberitahukan anak korban harus segera dioperasi. Jika tidak maka anaknya akan mengalami sesuatu yang lebih parah nantinya. Dan untuk mengoperasi anak korban, di rumah sakit ada alat yang tidak tersedia.

"Dokter itu mengatakan harus memesan sebuah alat di apotek seharga Rp21,9 juta,” jelas Jeffry.

Kemudian orang yang mengaku dokter tersebut memberikan nomor handphone apotek. Korban lantas menghubungi nomor tersebut serta memesan alat yang dimaksud tanpa melakukan kroscek terlebih dahulu.

Oleh orang yang ada di nomor yang mengaku pihak apotek, korban diminta menransfer uang Rp 21,5 juta agar alat tersebut segera bisa dikirim ke rumah sakit. Tanpa merasa curiga apapun, korban kemudian segera ke ATM untuk mentrasnfer uang sebesar Rp21,5 juta ke nomor rekening yang diberikan oleh pelaku.

"Beberapa saat kemudian, korban kembali dihubungi oleh nomor HP dari orang yang sebelumnya mengaku dokter memberitahukan anaknya telah dirujuk ke RSUD Panembahan Senopati Bantul," ujar dia.

Korban lalu menuju ke RSUD Panembahan Senopati Bantul untuk menemui anaknya. Setelah dicek di rumah sakit, ternyata anaknya tidak pernah dirawat di rumah sakit tersebut. Karena bingung, korban menghubungi wali siswa SD anaknya bersekolah.

"Betapa kagetnya, ternyata kondisi anaknya dalam keadaan baik-baik saja," kata dia.

Setelah mengetahui anaknya sehat, korban lalu melaporkan penipuan tersebut ke Polres Bantul.

Jeffry pun mengimbau kepada masyarakat untuk tidak terbawa kepanikan dan tetap waspada. Masyarakat harus memastikan terlebih dahulu kebenarannya apalagi bila dihubungi dengan nomor baru atau tidak dikenal.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini