Share

Petani di Batu Bara Menjerit! Tanaman Padi Hancur Akibat Limbah Pabrik Tapioka

Fadly Pelka, iNews · Rabu 24 Agustus 2022 17:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 24 608 2653751 petani-di-batu-bara-menjerit-tanaman-padi-hancur-akibat-limbah-pabrik-tapioka-uHrAwFwTe2.jpg Tanaman padi yang rusak akibat terendam limbah pabrik tapioka. Petani terancam gagal panen/ Foto: Fadly Pelka

BATU BARA - Petani Dusun Sekar Melati, Desa Kuala Sikasim, Kecamatan Sei Balai, Batu Bara, menjerit. Pasalnya tanaman padi miliknya hancur akibat terendam air limbah, diduga berasal dari pabrik tapioka yang terletak di Desa Perjuangan, Kecamatan Sei Balai, Batu Bara, Sumatera Utara.

Salah seorang petani yang menjadi korban, Dedi Sirait (30), warga Desa Kuala Sikasim, menyebutkan tanaman padi miliknya hancur dan positif gagal panen, akibat terendam air limbah, Rabu (24/08/2022).

 BACA JUGA:Kabar Baik, Tingkat Kesembuhan Covid-19 Hari Ini Bertambah 5.550 Orang

"Habislah bang, enggak ada harapan lagi kalau sudah seperti ini kondisinya," ungkap Sirait, saat dikonfirmasi MNC Portal di areal sawahnya.

Bukan sawah saya saja yang hancur, punya tetangga juga ikut hancur, kata Sirait sambil memegang tanaman padi miliknya yang sudah berubah warna.

"Punya saya saja ada 1 hektare, belum lagi yang lain, kalau ditaksir kerugian ya Rp15 juta lah," ujar Sirait dengan nada lesu.

Semenjak berdirinya pabrik tapioka sudah tiga tahun terakhir ini sawahnya mengalami hal seperti itu.

 BACA JUGA:Wapres Bertolak ke Pekanbaru, Ini Sejumlah Agendanya

"Sebelum beroperasi pabrik tapioka, kalau terendam banjir padi kami tidak mati, tapi sekarang lihatlah, air yang dari tali air berubah kehitam - hitaman, tidak seperti dulu lagi," sebut Sirait.

Habis sudah harapan untuk biaya hidup dan anak sekolah, sampai sekarang tidak pernah ada perhatian dari pihak perusahaan, ungkap Sirait.

Hal yang sama diungkapkan salah seorang warga di Dusun Sekar Melati, Kuala Sikasim, Paiman, tidak hanya tanaman padi yang ikut mati, rumput dan ikan juga ikut mati.

"Semenjak beroperasinya pabrik tapioka kami setiap tahun mengalami hal semacam ini. Ada dua perusahaan yang berada di hulu parit ini, tapioka dan PKS mini," jelas Paiman.

Baca Juga: Tidak Hanya Berantas Pencurian Ikan, Ini Bukti Nyata Ketegasan KKP

Pabrik tapioka tidak punya kolam penampung limbah, kalau hujan lebat dan banjir limbahnya luber ke persawahan warga.

"Air boring kami juga ikut terimbas bau dan berubah warna, dan gatal," jelasnya.

 BACA JUGA:Heboh Konsorsium 303 dan Kerajaan Sambo, DPR: Kapolri Jangan Diam

Pihak perusahaan pabrik tapioka belum bersedia ditemui saat hendak dikonfirmasi wartawan, sebagaimana disampaikan lewat satpam perusahaan.

Masyarakat dan petani berharap agar Pemkab Batu Bara, dan pihak terkait menindak tegas kepada perusahaan yang nakal, membuang limbah sembarangan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini