Share

2 Penganiaya Karyawan Swasta hingga Tewas Serahkan Diri ke Polisi

Erfan Erlin, iNews · Kamis 25 Agustus 2022 16:40 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 25 510 2654476 2-penganiaya-karyawan-swasta-hingga-tewas-serahkan-diri-ke-polisi-flgbMwyMJ3.jpg Penganiaya karyawan swasta menyerahkan diri ke polisi (Foto: Erfan Erlin)

YOGYAKARTA - Dua pelaku yang melakukan penganiayaan hingga korban meninggal dunia di Jalan Kusumanegara, Selasa 24 Agustus 2022 malam akhirnya menyerahkan diri. Kedua pelaku berasal dari Indonesia Timur, satu daerah dengan korban.

Kapolresta Yogyakarta, AKBP Idham Mahdi menuturkan, aksi penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia terjadi pada sekitar pukul 20.45 WIB. Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Kusumanegara tepatnya di depan Asrama Camasan, Jalan Glagahsari Umbulharjo.

BACA JUGA:Terkait Dugaan Penganiayaan, Komnas HAM Tunggu Hasil Autopsi Kedua Brigadir J 

Aksi penganiayaan tersebut bermula ketika sekitar 20.30 WIB di Asrama Kamasan terjadi keributan karena kesalahpahaman. Sehingga terjadi kejar- mengejar antara teman sendiri dari dalam asrama. Idham menyebut terdapat 4 pria yang dikejar 6 pria.

"Kemudian, terjadi keributan tepatnya di Simpang 3 Glagahsari Umbulharjo," tutur Idham kepada awak media, Kamis (25/8/2022).

Akibat kejar-mengejar tersebut terjadilah perkelahian dengan menggunakan senjata tajam. Kemudian, jatuh korban yang berasal dari kelompok yang dikejar.

Korban berinisial JTM berumur 31 tahun berprofesi sebagai karyawan swasta dan tinggal di Condongcatur Depok Sleman.

BACA JUGA:Komnas HAM: Indikasi Penganiayaan ke Brigadir J Kecil, Hanya Luka Tembak 

Akibat keributan tersebut, korban mengalami luka terbuka, dua di punggung dan satu di dada. Korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit AU, RSPAU Hardjolukoto.

Korban sempat mendapatkan perawatan intensif dari rumah sakit meskipun akhirnya meninggal dunia di rumah sakit.

"Atas kejadian tersebut kami melakukan penyelidikan," ujar dia.

Pada Rabu 23 Agustus 2022 pukul 19.00 WIB, pelaku mendatangi ke Mapolda dan menyerahkan diri untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Setelah itu dilakukan penyelidikan.

Idham mengungkapkan, pelaku berjumlah dua orang. Mereka masing-masing adalah AK (36), pria yang berprofesi sebagai petani di daerah asalnya Indonesia Timur dan YK (27), seorang karyawan swasta yang tinggal di Jalan Kusumanegara.

"Saat ini, keduanya ditahan di Rutan Mapolda DIY," ujarnya.

Motif penganiayaan tersebut adalah masalah pribadi, kesalahpahaman adanya keributan di dalam rapat. Sehingga terjadilah penganiayaan yang mengakibatkan meninggal dunia.

Sampai saat ini, korban hanya satu orang dan hari ini diberangkatkan ke tanah kelahirannya untuk dimakamkan. Korban dan pelaku saling mengenal dan berasal dari daerah yang sama.

"Pelaku kami kenakan Pasal 351 Ayat (3) KUHP ancaman 12 tahun penjara luka terbuka di punggung dan perut. Keduanya masih studi," terangnya.

Idham menambahkan, dari hasil pemeriksaan, kedatangan korban atas inisiatif sendiri. Pemicu kesalahpahaman terjadi di dalam asrama ketika rapat.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini