Share

Mengaku Salah Tangkap dan Dianiaya Oknum Polisi, Seorang Pria Melapor ke Propam Polda Sumsel

Era Neizma Wedya, iNews · Sabtu 27 Agustus 2022 22:45 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 27 610 2655841 mengaku-salah-tangkap-dan-dianiaya-oknum-polisi-seorang-pria-melapor-ke-propam-polda-sumsel-aR5JEfl5yt.jpg Ilustrasi/ Doc: Okezone

PALEMBANG - Seorang pria Aidil Aditiawan (33) mengaku menjadi korban dugaan salah tangkap dan penyiksaan yang dilakukan oleh anggota polisi polsek Seberang Ulu (SU) I Palembang. Korban merupakan pekerja lepas harian UPTD DLHK SU I. Korban juga alami lebam di bagian wajah sekitar mata sebelah kiri hingga bagian belakang pinggul.

 BACA JUGA:Besok, Lintas Elemen Gelar Kirab Merah Putih untuk Menjunjung Persatuan

Atas kasus salah tangkap tersebut, korban melalui kuasa hukumnya Muhammad Romadhona melaporkan penangkapan tak sesuai SOP dan penyiksaan ke Propam Polda Sumsel. Menurutnya akibat intimidasi yang diberikan, korban mengalami siksaan fisik maupun psikis

"Klien kami ditendang dari belakang hingga tersungkur. Saat itu juga klien kami diperiksa dan ditelanjangi di muka umum," ungkap Romadhona, Jumat (26/8/2022).

 BACA JUGA:Segini Tarif Terapis Best Seller yang Terjaring Razia di Tangsel

Korban yang kebingungan saat diperiksa polisi dipinggir jalan hanya menuruti perintah. Dirinya digeledah untuk mencari narkotika yang dituduhkan polisi. Padahal, Jumat (19/8/2022), korban berencana untuk mengambil uang gajian di ATM di kawasan Kertapati.

"Klien kami dipukuli, dia diajak ke kantor polisi, diborgol. Klien kami dipukuli," jelas dia.

Menghadapi penyiksaan tersebut, Aidil pun merasa sudah tidak kuat. Dirinya pingsan saat masih disiksa polisi. Korban tidak mengetahui kejadian setelah dirinya pingsan, namun saat dirinya bangun sudah berada di rumah sakit di kawasan Kertapati Palembang.

"Saat itu tidak ditemukan alat bukti yang dicurigai narkotika," jelas dia.

Baca Juga: Wujudkan Indonesia Sehat 2025, Lifebuoy dan Halodoc Berkolaborasi Berikan Akses Layanan Kesehatan Gratis

Sesaat setelah di rumah sakit, orang tua korban baru ditelpon dan dikabarkan jika Aidil berada di rumah sakit. Romadhona menerangkan, jika kliennya dibawa tanpa surat perintah atau menjelaskan kepada korban mengenai kasus apa dirinya dibawa ke kantor polisi.

"Ada empat oknum yang kami laporkan, karena saat penangkapan mereka bergerombol. Kita melapor ke propam oknum tersebut, dan sudah mendapat surat bukti terima laporan," jelas dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini