Share

Cerita Anak Korban Kebakaran: Bantu Pernapasan Ibu dan Dorong Istrinya Loncat dari Lantai 2

Erfan Erlin, iNews · Jum'at 02 September 2022 14:40 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 02 510 2659595 cerita-anak-korban-kebakaran-bantu-pernapasan-ibu-dan-dorong-istrinya-loncat-dari-lantai-2-mjvXNYWTrx.jpg Polisi mengecek lokasi kebakaran/ Foto: Erfan Erlin

YOGYAKARTA - Dedy Cahyono Putro (29), salah satu korban selamat dalam kebakaran di Bulak Sumur mencoba tetap tegar. Dia menyesal tidak bisa menyelamatkan semua anggota keluarganya meski dia sudah berusaha melakukannya.

Dedy mengaku tidak mengetahui tepatnya jam berapa peristiwa kebakaran tersebut terjadi. Karena saat kebakaran terjadi, dia bersama istrinya masih terlelap tidur di salah satu kamar di lantai dua.

Kala itu, Dedy terbangun karena mencium bau asap yang menyengat. Ia kemudian melihat ke luar kamar dan ada kepulan asap pekat di depan kamar. Dia langsung membuka pintu kamar untuk menyelamatkan diri.

"Saya ajak ibu dan istri untuk melompat," terang dia, Jumat (2/9/2022).

Saat membuka pintu depan kamar dia mencoba menghancurkan seng dari plastik yang digunakan sebagai atap di halaman depan. Ia mencoba mencari di mana tepatnya lokasi api berasal, sehingga bisa mencari jalan menyelamatkan keluarganya.

Setelah memastikan titik api berasal dari depan, yaitu ruang tamu, ia lantas mencoba menggapai anggota keluarga yang masih ada di dalam kamar masing-masing. Dia memanggil semua anggota keluarganya dengan berteriak sekeras mungkin.

"Akhirnya ibu (Suratmi) saya tangkap, sebelumnya saya ambil napas dulu, agak sesak kan," kata dia.

Dia kemudian mengangkat tubuh ibunya dan memberinya nafas bantuan agar bisa bernafas lagi. Setelah itu dia masuk lagi untuk mencari istrinya, Dyah Ayu Putri Murtiningsih. Ia kemudian membawa istrinya ke luar di dekat ibunya.

Dedy kemudian meminta istrinya dan ibunya untuk melompat terlebih dahulu. Awalnya ia meminta istrinya loncat kemudian ibunya baru dirinya sendiri. Awalnya istrinya takut untuk meloncat, Dedy kemudian mendorong istrinya. Sehingga sang istri terjerembab dengan sehingga mukanya tergores.

"Nah saat saya di bawah. Saya ingat anggota keluarga yang lain, saya manjat lagi untuk mencari mereka," terangnya.

Sebenarnya, ia mengaku kulitnya sudah sangat panas seolah terbakar. Meski tubuhnya sudah lemas, namun seolah mendapat kekuatan baru, dia langsung memanjat ke lantai 2 tempat anggota keluarga yang masih tertinggal.

Menurut Dedy, ada 3 kamar di lantai dua. Satu kamar digunakan tidur untuk bapak dan ibunya, kemudian kamar kedua diisi dirinya bersama istrinya. Dan kamar ketiga digunakan oleh kakaknya bersama anaknya.

"Sampai di atas saya langsung ke tengah menuju ke tempat ayah. Namun saya tidak bisa karena panas banget. Saat itu saya tidak berpakaian waktu itu. Kulit juga sudah panas kena kepulan asap. Terus saya loncat lagi sambil teriak," tambah Dedy.

Dedy mengaku tidak mengetahui penyebab kebakaran tersebut. Yang ia tahu hanyalah kondisi kebakaran usai dirinya bangun tidur.

Saat ini dirinya masih syok sehingga belum mengetahui kondisi rumah dan semua area terdampak secara mendetail. Ia memasrahkan semua kepada pihak kalurahan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini