Share

Timbun BBM dan Jual Pertalite Palsu, Warga Kendal Ditangkap

Tim Okezone, Okezone · Jum'at 02 September 2022 10:29 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 02 512 2659370 timbun-bbm-dan-jual-pertalite-palsu-warga-kendal-ditangkap-g6dgcGGjVw.jpeg Timbun dan oplos BBM warga Kendal ditangkap. (Dok Polres Kendal)

KENDAL - Unit Reskrim Polsek Kaliwungu menangkap terduga pelaku penimbun bahan bakar minyak (BMM) jenis Pertalite dan pengoplosan di gudang penyimpanan Desa Kutoharjo, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Rabu (31/8/2022).

Dalam penangkapan tersangka pelaku penimbun BBM berinisial M (44), warga Dusun Patukangan RT 2/7, Desa Kutoharjo, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal, melakukan penimbunan serta pengoplosan BBM jenis Pertalite di gudang penyimpanan Desa Kutoharjo, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal.

Penangkapan itu berawal dari informasi masyarakat. Pelaku mengoplos BBM jenis Pertalite dijadikan BBM jenis Premium dan Pertamax.

Kapolres Kendal, AKBP Jamal Alam mengatakan, kasus ini merupakan kasus penimbunan dan pengoplosan BBM jenis Pertalite.

“Kita menangkap pelaku penimbunan dan pengoplosan BBM mengubah BBM dari yang seharusnya jenis Pertalite diubah menjadi jenis Pertamax dan diubah menjadi jenis Premium karena adanya informasi kenaikan BBM," tuturnya.

Ini juga menjadi bukti keseriusan jajaran Polres Kendal mengantisipasi pihak-pihak yang ingin mencari keuntungan pribadi dengan menimbun BBM dan menimbulkan kesulitan bagi orang banyak.

AKBP Jamal Alam juga mengingatkan, pihaknya akan dengan tegas menindak mereka yang berbuat curang memanfaatkan situasi, termasuk rencana kenaikan harga BBM yang diwacanakan pemerintah.

“Jangan coba-coba melakukan perbuatan itu di wilayah Kabupaten Kendal, Kami tidak main-main dan akan menindak tegas bagi yang coba-coba,” tutur Kapolres Kendal.

Dari gudang penyimpanan milik tersangka diamankan barang bukti berupa satu unit KBM Suzuki Carry pick up No pol H 1807 SM, cairan kondisat 300 lt, empat kaleng pewarna merk Coloursea UK 250 gr, satu drigen UK 20 lt berisikan Pertalite murni, satu liter Pertalite oplosan, satu pompa penyedot, tujuh drigen UK 200 lt dan empat drigen UK 20 lt.

Atas perbuatannya tersangka M dengan Pasal 54 jo Pasal 28 ayat (i) UURI No 22 Tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi sebagaimana diubah dalam I-JURI No.11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja. Dengan ancaman penjara selama-lamanya 6 tahun dan denda Rp60 miliar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini