Share

Polda Jatim Klarifikasi Video Viral PJR Dituding Pungli di Tol Gresik

Lukman Hakim, Koran Sindo · Senin 05 September 2022 08:38 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 05 519 2660829 polda-jatim-klarifikasi-video-viral-pjr-dituding-pungli-di-tol-gresik-qVFR8s9lQh.jpg Viral dugaan petugas PJR pungli di Tol Gresik. (tangkapan layar/Agus Ismanto)

SURABAYA - Polda Jawa TImur (Jatim) mengklarifikasi video viral petugas Patroli Jalan Raya (PJR) bersitegang dengan seorang pengemudi Pajero yang terjadi di jalan tol Lebani Gresik pada hari Sabtu (3/9/2022).

Kepala Bidang Humas Polda Jatim Kombes Dirmanto mengatakan, insiden perseturuan dalam video viral tersebut terjadi di Pos PJR Tol Lebani, Kabupaten Gresik, Sabtu (3/9/2022) sekitar pukul 14.00 WIB. Diduga perekam video itu merupakan sopir mobil bernomor polisi S 8297 V berinisial PAW (19), warga Bakung Temenggunan, Balong Bendo, Sidoarjo.

Sementara petugas PJR berinisial Brigadir SA. Sementara, pria berkaus hitam lengan pendek, bercelana pendek di atas lutut, dan bersepatu yang menaiki mobil Pajero tersebut, belum diketahui identitasnya.

Menurut Dirmanto, sopir mobil pick up berinisial PAW tidak terima kendaraannya dikenai sanksi tilang karena tidak dapat menunjukkan SIM, STNK masa berlaku habis, pajak tidak dibayar, dan KIR juga tidak ada.

Beberapa saat kemudian, petugas polisi yang sama yakni Brigadir SA, juga melakukan penindakan terhadap pengemudi mobil Pajero yang diketahui melakukan pelanggaran karena melintas di lajur yang tidak seharusnya. Dia mengungkapkan, sopir Pajero memprovokasi sopir mobil PAW untuk melakukan protes dan konfrontasi yang didokumentasikan melalui ponsel pribadi milik PAW.

"Iya kejadiannya itu. Mereka berdua melakukan pelanggaran. Kemudian seperti diprovokasi sama dia (sopir Pajero). Kalau sopir satunya enggak bawa surat-surat, kayak SIM. Pelatnya itu, iya STNK mati," katanya, Minggu (4/9/2022).

Dirmanto menegaskan, Brigadir SA tidak melakukan tindakan pemerasan seperti yang dituduhkan kedua pihak dalam video viral tersebut. Brigadir SA berupaya tetap memberikan sanksi tilang kepada PAW dengan membawanya ke Pos PJR terdekat, yang berlokasi di dekat Pintu Tol Lebani.

"Petugas sedang melakukan penindakan. Dia sejak awal enggak mau diajak damai, makanya dibawa ke pos PJR lebani, untuk tilang, tapi malah divideo," ucapnya.

Guna meluruskan hal tersebut, Dirmanto melanjutkan, pihak Polda Jatim sudah memintai keterangan dan klarifikasi dari pihak sopir atau perekam video, PAW. Pihak PAW sudah membuat pernyataan tertulis mengenai kronologi insiden tersebut terjadi. Kemudian, pengakuannya atas pelanggaran peraturan lalu lintas yang dilakukannya. Hingga bagaimana video tersebut, dapat beredar luas di medsos.

Sopir mobil PAW telah membuat pernyataan secara tertulis dalam dua lembar kertas yang dibubuhi tanda tangan beserta materainya. Surat pernyataan tersebut, berisi penjelasan lengkap sekaligus pernyataan sikap dirinya pribadi atas terjadinya insiden tersebut. Peristiwa perseteruan itu terjadi sekitar pukul 14.00 WIB, pada Sabtu (3/9/2022).

PAW mengakui, dirinya terkena sanksi tilang karena tidak membawa SIM dan kendaraan yang dikemudikannya saat itu masa berlaku pelat nopolnya atau STNK, habis. Kemudian, PAW berusaha menyelesaikan masalah pelanggaran tilangnya secara kekeluargaan. Namun, pihak petugas polisi, Brigadir SA, menolak.

Saat itu pula, PAW melihat Brigadir SA menindak pengendara lain yakni pengemudi Pajero warna hitam yang diketahui melanggar lajur jalan yang dilarang untuk dilewati kendaraan masyarakat umum. Mendapati nasibnya sama dengan si pengemudi mobil Pajero tersebut. PAW kemudian menceritakan penindakan tilang yang dialaminya.

Ternyata, dari hal tersebut, menjadi asal mula video yang viral tersebut dibuat hingga beredar luas di medsos. PAW mengaku, dirinya hanya disuruh merekam perseturan antara sopir Pajero tersebut dalam bentuk video. Kemudian, video tersebut dikirim ke pihak pengemudi Pajero. Ia menegaskan, pihaknya yang menyebar video peristiwa tersebut ke medsos, bukanlah dirinya.

Berikut Surat Pernyataan PAW yang dibuat untuk Satuan PJR Ditlantas Polda Jatim

: "Menerangkan pada hari ini Sabtu 3 September 2022 sekitar jam 14.00 saat saya mengemudikan kendaraan roda empat di jalan balap Honda Sidoarjo dengan nopol S-8297-V diberhentikan oleh petugas yang bernama Brigadir Safarudin dikarenakan kendaraan saya STNK-nya mati dan tidak membawa SIM selanjutnya saya ditindak petugas dengan tilang dan saya berinisiatif secara kekeluargaan tetapi tugas polisi tidak mau meneruskan di bawa ke Tol Lebani.

Dirmanto juga mengungkapkan, pihaknya masih melakukan pencarian terhadap sosok tersebut untuk dimintai keterangan terkait peristiwa tersebut. "Itu sudah kami mintai keterangan (sopir mobil atau perekam video). Kalau yang sopir Pajero masih lidik kami masih cari orangnya," tutur Dirmanto.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini