Share

Puluhan Guru SD Swasta di Malang Keracunan, Begini Kronologi dan Kondisi Korban

Avirista Midaada, Okezone · Rabu 07 September 2022 01:46 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 06 519 2662277 puluhan-guru-sd-swasta-di-malang-keracunan-begini-kronologi-dan-kondisi-korban-CbhItasLi8.jpeg Ilustrasi. (Foto: Dok Okezone.com)

MALANG - Puluhan korban keracunan massal di SD Muhammadiyah 4 Kota Malang berangsur-angsur pulih. Para korban ini bahkan seluruhnya telah kembali ke rumahnya masing-masing usai menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit. 

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Malang Suwarjana mengatakan, total ada 20 orang guru dan tenaga pengajar yang menjadi korban keracunan makanan. Kini seluruh korban yang menjalani perawatan inap dan rawat jalan telah berangsur-angsur pulih dan sehat.

"Total 20 guru, enggak ada siswanya, 50 persen rawat jalan, 50 persennya rawat inap. Alhamdulillah enggak ada masalah sekarang, yang rawat inap 10 sudah pulang semuanya, cuma 10 orang," ungkap Suwarjana saat dihubungi MNC Portal, pada Selasa (6/9/2022).

Menurut Suwarjana, korban keracunan massal ini awalnya memakan nasi kotak katering pemberian syukuran orang tua salah seorang siswa. Nasi yang dimasak pada pagi hari oleh tenaga pengajar dan guru disantap pada sore hari saat berbuka puasa. Dari sanalah akhirnya terjadinya keracunan.

 Baca juga: Santap Makanan Katering, Belasan Siswa SD dan Guru Keracunan

"Ada orang tua siswa syukuran di hari Kamis, kemudian memberi nasi kotak, sebagian ada yang puasa sehingga dimakan saat buka puasa, langsung ada reaksi sakit perut, muntah, dan pusing," ucapnya.

Selanjutnya, para guru itu akhirnya dilarikan ke rumah sakit dan sebagian besar menjalani rawat inap, sebagian dari guru itu ada juga yang menjalani rawat jalan. Namun dari seluruh korban yang mengalami keracunan sudah dalam proses pemulihan.

Baca juga: 

Namun kendati telah dipulangkan, aktivitas belajar mengajar di SD Muhammadiyah 4 belum sepenuhnya normal dan masih ditutup sementara waktu hingga pekan depan. Aktivitas belajar mengajar pun dialihkan secara daring.

"Semua sudah pulang, yang rawat jalan juga sudah sembuh semuanya, cuma perlu istirahat. Makanya sampai hari Rabu masih daring. Pembelajaran daring, bukan libur," ucap Suwarjana.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Malang dr. Husnul Muarif mengatakan, mayoritas korban keracunan dirawat di RS Unisma dan RS Persada. Mereka menderita diare, pusing, demam, mual, muntah-muntah, dan perut melilit.

"Sebagian ada yang dibawa ke RS Unisma dan RS Persada sejumlah 23 orang, sedangkan rawat jalan 46 orang, mayoritas mereka berumur 15 - 45 tahun guru dan tenaga pengajar," ujar Husnul.

Saat ini pihaknya telah melakukan investigasi ke pihak kateringnya. Namun diakuinya cukup kesulitan pasalnya beberapa sampel makanan yang diduga membuat para korban keracunan terbuang.

Baca Juga: Tidak Hanya Berantas Pencurian Ikan, Ini Bukti Nyata Ketegasan KKP

"Saat ini teman - teman juga melakukan investigasi ke kateringnya, karena sudah lebih tiga hari sampel bahan makanan dan sisa muntahan sudah dibuang, sehingga tidak ada pemeriksaan sampelnya. Tetapi tetap dilakukan kunjungan dan edukasi kepada pemilik maupun penjamah makanannya," jelasnya.

Sedangkan dari pengamatan MNC Portal di lapangan, gerbang sekolah yang berada di Jalan Sudimoro, Lowokwaru, Kota Malang, tampak terkunci dari luar. Penuturan warga sekitar, sekolah itu tidak ada aktivitas belajar mengajar sejak Senin kemarin.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini