Share

Demo Harga BBM, Mahasiswa di Sumut Ditembak Gas Air Mata dari Jarak Dekat

Dharma Setiawan, iNews · Rabu 07 September 2022 17:11 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 07 608 2662859 demo-harga-bbm-mahasiswa-di-sumut-ditembak-gas-air-mata-dari-jarak-dekat-EDqbDNFCgy.jpg Illustrasi (foto: Okezone)

PEMATANG SIANTAR – Kapolres Pematang Siantar, AKBP Fernando meminta maaf atas tindakan represif anggotanya saat mengamankan aksi unjuk rasa mahasiswa menolak kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM).

Fernando pun bersedia dicopot dari jabatannya jika terbukti adanya kesalahan prosedural dari anggotanya.

 BACA JUGA:Demo Mahasiswa Tolak Kenaikan Harga BBM Berlangsung di Patung Kuda, Ban Dibakar

Diketahui, pascainsiden bentrokan mahasiswa dan polisi di Pematang Siantar, Sumatera Utara. Massa mendatangi Mapolres dan sempat terlibat keributan karena tidak bisa masuk untuk menemui rekannya yang diamankan.

Selain itu, mahasiswa pun berniat melaporkan aksi oknum polisi yang melakukan pemukulan saat demo menolak kenaikan harga BBM berlangsung ricuh.

 BACA JUGA:Demo BBM Naik, DPR Rayakan Ultah Puan dan Setel Lagu Jamrud di Rapat Paripurna

Mahasiswa meminta kapolres bertanggung jawab karena ada mahasiswa yang terluka terkena peluru gas air mata yang ditembak dari jarak dekat.

“Saya meminta maaf dan bersedia dicopot dari jabatannya karena kesalahan anggota saya,” kata Fernando kepada wartawan, Rabu (7/9/2022).

Aksi puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus di depan kantor DPRD Pematang Siantar, Sumatera Utara, berlangsung ricuh.

Kericuhan dipicu aksi polisi yang mencoba memadamkan api dari ban bekas yang dibakar mahasiswa dalam aksi unjuk rasa menolak kenaikan harga bbm. Polisi bahkan melakukan tindakan represif dengan memukul mahasiswa yang dianggap sebagai provokator.

Sejumlah mahasiswa dilaporkan terluka akibat kericuhan ini, sementara polisi juga mengamankan beberapa kordinator aksi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini