Share

Bolak-Balik ke SPBU, Guru Ini Diamankan karena Timbun BBM

Avirista Midaada, Okezone · Kamis 08 September 2022 23:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 08 519 2663799 bolak-balik-ke-spbu-guru-ini-diamankan-karena-timbun-bbm-wqH0xqYmcC.jpg Illustrasi (foto: dok Okezone)

MALANG - Guru di Banyuwangi harus berurusan dengan polisi karena tertangkap tangan menimbun BBM bersubsidi. Upaya ini dilakukan AH warga Licin, Kabupaten Banyuwangi sesaat sebelum BBM bersubsidi harganya naik.

Kasatreskrim Polresta Banyuwangi Kompol Agus Sobarnapraja menuturkan, ada dua kasus penimbunan BBM bersubsidi yang diungkap pihaknya. Aksi ini dilakukan oleh dua orang berbeda, satu orang berinisial AH yang berprofesi sebagai guru asal Desa Licin dan satunya lagi NS warga Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi.

"Kasus terungkap pada 31 Agustus 2022 sebelum pemerintah resmi menaikkan harga BBM. Dua kasus ini yakni penimbunan dua jenis bahan bakar minyak (BBM) pertalite dan solar," kata Agus, Kamis (8/9/2022).

 BACA JUGA:4 Hari Kawal Demo Harga BBM, Polisi Amankan 6 Orang Diduga Anarkis

Modus kedua tersangka ini hampir sama yakni mengisi bahan bakar dengan mobil yang telah dimodifikasi di beberapa SPBU di Banyuwangi. Dimana mobil yang digunakan tangkinya telah diberi pompa dan disalurkan ke tandon tambahan yang tersimpan di dalamnya.

"Tangkinya dimodifikasi diberi pompa, kemudian disalurkan di tandon tambahan. Membeli dalam jumlah besar dan kemudian diecer ke masyarakat," ungkap dia.

 BACA JUGA: Massa Demo Harga BBM Bubarkan Diri, Lalin di Bundaran Patung Kuda Kembali Dibuka

Baca Juga: Tidak Hanya Berantas Pencurian Ikan, Ini Bukti Nyata Ketegasan KKP

Aksi guru dan NS akhirnya terbongkar saat ia kepergok petugas kepolisian yang curiga karena beberapa kali mengisi BBM dalam rentang waktu sehari dengan kendaraan yang sama.

"Dari tangan para tersangka polisi berhasil mengamankan sedikitnya 500 liter bahan bakar jenis pertalite dan solar," katanya.

Polisi pun menyita dua mobil modikasi yang digunakan pelaku dalam menjalankan aksi tersebut. Para tersangka dijerat dengan pasal 40 angka 9 UU RI nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta kerja Juncto Pasal 55 UU RI nomor 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi Subsider Pasal 53 Juncto Pasal 23 UU RI nomor 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi.

"Para tersangka telah dilakukan penahanan di Rutan Mapolresta Banyuwangi," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini