Share

Jual 16 Ekor Burung Langka Dilindungi, Pria di Banyuwangi Berurusan dengan Polisi

Avirista Midaada, Okezone · Jum'at 09 September 2022 07:24 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 09 519 2663908 jual-16-ekor-burung-langka-dilindungi-pria-di-banyuwangi-berurusan-dengan-polisi-0RzGqf1DJt.jpg Ilustrasi/ Foto: Freepik

BANYUWANGI - Upaya perdagangan satwa liar dilindungi digagalkan Polresta Banyuwangi dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). Total ada 16 ekor burung dari empat jenis burung dilindungi yang rencananya dijual dari total 363 burung bakal dijual.

Kasatreskrim Polresta Banyuwangi Kompol Agus Sobarnapraja mengatakan, dari kasus ini pihaknya mengamankan satu orang tersangka berinisial TDS warga Sumberberas, Kecamatan Muncar, karena menjualbelikan satwa dilindungi secara ilegal. Dari tangan TDS, ada 16 burung dilindungi yang tak boleh diperdagangkan secara ilegal.

 BACA JUGA:Obituari Ratu Elizabeth II, Berhasil Melalui Masa-Masa Bergejolak Penuh Kesulitan

"Total ada 363 burung yang diamankan, 16 ekor di antaranya satwa dilindungi itu yakni ada empat jenis mulai burung Cucak Hijau, Tangkar Kambing, Cucak Rante dan Sepah Raja," ucap Agus Sobarnapraja, pada Kamis (8/9/2022) saat rilis di Mapolresta Banyuwangi.

TDS ini disebut Agus sebagai pemodal dan orang yang memperjualbelikan satwa liar. Dimana satu satwa liar burung itu didapat dari hutan Taman Nasional Alas Purwo. Tersangka diamankan setelah kepolisian dan BKSDA Jatim melakukan penyelidikan gabungan adanya aktivitas jual beli satwa dilindungi secara online dan offline.

 BACA JUGA:Ratu Elizabeh II Meninggal, Duka Mendalam Terasa hingga Afrika

"Tersangka kami tangkap saat perjalanan. Ia menjalankan bisnis ilegal itu baru empat bulan terakhir," bebernya.

Burung-burung langka itu lantas dijual dengan harga bervariasi. Namun khusus untuk burung jenis Cucak Hijau dibanderol Rp 2 - 3 juta per ekornya. "Jadi nilai ekonomisnya cukup tinggi," sambungnya.

Akibat perbuatannya, TDS dijerat Pasal 40 ayat 2 juncto pasal 21 ayat 2 UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, dengan ancaman maksimal penjara lima tahun dan denda Rp 100 juta.

Sementara untuk barang bukti burung-burung dilindungi diserahkan ke BKSDA Jawa Timur. Polisi hanya menyita sangkar burung dari kotak kardus yang telah dibuat sedemikian rupa.

"Barang bukti baik kategori burung yang dilindungi dan tidak dilindungi kami titipkan ke BKSDA. Untuk selanjutnya akan mengikuti prosedur yang ada di sana," tukasnya.

Jual 16 Ekor Burung Langka Dilindungi, Pria di Banyuwangi Berurusan dengan Polisi

BANYUWANGI - Upaya perdagangan satwa liar dilindungi digagalkan Polresta Banyuwangi dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). Total ada 16 ekor burung dari empat jenis burung dilindungi yang rencananya dijual dari total 363 burung bakal dijual.

Kasatreskrim Polresta Banyuwangi Kompol Agus Sobarnapraja mengatakan, dari kasus ini pihaknya mengamankan satu orang tersangka berinisial TDS warga Sumberberas, Kecamatan Muncar, karena menjualbelikan satwa dilindungi secara ilegal. Dari tangan TDS, ada 16 burung dilindungi yang tak boleh diperdagangkan secara ilegal.

"Total ada 363 burung yang diamankan, 16 ekor di antaranya satwa dilindungi itu yakni ada empat jenis mulai burung Cucak Hijau, Tangkar Kambing, Cucak Rante dan Sepah Raja," ucap Agus Sobarnapraja, pada Kamis (8/9/2022) saat rilis di Mapolresta Banyuwangi.

TDS ini disebut Agus sebagai pemodal dan orang yang memperjualbelikan satwa liar. Dimana satu satwa liar burung itu didapat dari hutan Taman Nasional Alas Purwo. Tersangka diamankan setelah kepolisian dan BKSDA Jatim melakukan penyelidikan gabungan adanya aktivitas jual beli satwa dilindungi secara online dan offline.

"Tersangka kami tangkap saat perjalanan. Ia menjalankan bisnis ilegal itu baru empat bulan terakhir," bebernya.

Baca Juga: Salurkan BLT BBM kepada 20,65 Juta KPM, Ini Strategi Pos Indonesia

Burung-burung langka itu lantas dijual dengan harga bervariasi. Namun khusus untuk burung jenis Cucak Hijau dibanderol Rp 2 - 3 juta per ekornya. "Jadi nilai ekonomisnya cukup tinggi," sambungnya.

Akibat perbuatannya, TDS dijerat Pasal 40 ayat 2 juncto pasal 21 ayat 2 UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, dengan ancaman maksimal penjara lima tahun dan denda Rp 100 juta.

Sementara untuk barang bukti burung-burung dilindungi diserahkan ke BKSDA Jawa Timur. Polisi hanya menyita sangkar burung dari kotak kardus yang telah dibuat sedemikian rupa.

"Barang bukti baik kategori burung yang dilindungi dan tidak dilindungi kami titipkan ke BKSDA. Untuk selanjutnya akan mengikuti prosedur yang ada di sana," tukasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini