Share

Santri di Garut Dikeroyok 16 Teman, Dipukuli hingga Gendang Telinga Pecah

Fani Ferdiansyah, Koran Sindo · Senin 12 September 2022 22:06 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 12 525 2666085 santri-di-garut-dikeroyok-16-teman-dipukuli-hingga-gendang-telinga-pecah-TOMDM8B24r.jpg Ilustrasi. (Foto: Dok Okezone.com)

GARUT - AH (16), seorang santri Pesantren Persis Rancabango asal Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dianiaya belasan temannya di asrama. Peristiwa pengeroyokan terjadi pada akhir Juli 2022 lalu.

Orang tua AH, Neneng Muryana, warga RT01 RW03 Kelurahan Nanggewer Kaler, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, ini menuturkan pihaknya melaporkan peristiwa tersebut pada Minggu (11/9/2022) dengan nomor laporan polisi LP/B/439/IX/2022/SPKT/RES GRT/POLDA JBR.

Neneng mengungkapkan, pihaknya baru melaporkan pengeroyokan itu karena selama ini keluarga menunggu itikad baik dari pengurus pesantren.

"Sejak setelah kejadian anak saya tetap sekolah meski tidak mondok di asrama. Namun apa yang terjadi, pihak pesantren menilai buruk anak saya dan tidak beritikad baik, makanya kami melapor ke polisi," kata Neneng pada MNC Portal Indonesia (MPI), Senin (12/9/2022).

 Baca juga: Terbakar Api Cemburu, Istri Ini Sayat Kelamin Suaminya Pakai Pisau

Neneng mengungkapkan, peristiwa pengeroyokan ini bermula saat putranya yang duduk di bangku setingkat SMA itu dituduh mencuri handphone oleh teman satu asramanya. Oleh temannya, AH didesak untuk mengaku mencuri handphone tersebut dengan iming-iming tidak akan dianiaya.

"Waktu itu, saat anak saya sedang tidur kurang lebih pukul 23.00 WIB, kakinya ditarik oleh teman-temannya kemudian dibawa keluar dan diinterogasi. Dipaksa mengaku, karena takut ya dia mengaku," ungkapnya.

Namun usai mengaku, AH langsung dihajar oleh para santri yang merupakan teman-temannya kurang lebih sebanyak 16 orang. Neneng menyebut anaknya dianiaya dan mendapat perlakuan tak pantas.

"Ia dipukuli dengan tangan kosong, dengan sapu, ditendang, hingga disiram air kolomberan. Usai kejadian anak saya tidak pulang karena takut, hingga akhirnya pada siang hari ia menceritakan pada kami, karena kami rutin menjenguk di setiap akhir pekan," tuturnya.

Menurut Neneng, keluarganya memiliki rumah lain di Rancabango Residence, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut. Ia dan suaminya selalu tidur di rumah ini jika sedang menjenguk AH dari Bogor.

"Akibat pengeroyokan yang terjadi, anak saya mengalami benjol-benjol di kepala, luka dan lebam di beberapa bagian tubuh, hingga gendang telinga sebelah kiri pecah," katanya.

Neneng pun berharap kasus anaknya tersebut segera ditangani oleh aparat kepolisian. Ia khawatir peristiwa serupa dialami oleh santri lain di kemudian hari.

Dari informasi yang dihimpun, laporan kasus ini telah diproses oleh Unit Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Garut. Orang tua AH sendiri telah berkoordinasi dengan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) terkait hal tersebut Senin siang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini