Share

Santri Gontor Tewas Dianiaya, Menteri PPPA Minta Pimpinan Pondok Patuhi SOP Sekolah Ramah Anak

Ahmad Subekhi, iNews · Selasa 13 September 2022 16:11 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 13 519 2666648 santri-gontor-tewas-dianiaya-menteri-pppa-minta-pimpinan-pondok-patuhi-sop-sekolah-ramah-anak-8dEO9D4WZy.jpg Ponpes Gontor. (Foto: Ahmad Subekhi)

PONOROGO - Pengusutan kasus santri Ponpes Gontor Ponorogo Jawa Timur yang diduga tewas dianiaya seniornya terus berlanjut. Atas kejadian ini, Menteri Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga turun ke lokasi. Pimpinan pondok diminta patuh dan melaksanakan lembaga pendidikan yang ramah anak.

Korban dalam kasus ini adalah Albar Mahdi, santri asal Pelembang yang meninggal dunia di pondok pesantren. Kejadian tersebut menunjukkan adanya dominasi senioritas dalam dunia pendidikan.

Dalam kunjungannya, Puspayoga bertemu langsung unsur pimpinan pondok dan berharap agar kasus kekerasan di lembaga pendidikan berasrama tidak terulang.

“SOP satuan pendidikan untuk mewujudkan sekolah ramah anak harus diterapkan,” ucap Puspayoga, Selasa (13/9/2022).

Baca juga: Santri Tewas Dianiaya, KPAI Desak Ponpes Gontor Dievaluasi

Menteri PPPA juga mengajak agar berbagai pihak merumuskan pencegahan agar kasus serupa tidak terjadi lagi. Hal itu agar agar pesantren menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi anak-anak.

Sebelumnya, korban Albar Mahdi, santri kelas 5 atau setara Kelas 11 SMA di Pondok Gontor 1, Desa Gontor, Kecamatan Mlarak, Ponorogo meninggal dunia. Jenazah pun dipulangkan ke Palembang.

Ibu korban, Soimah, menaruh curiga kalau anaknya meninggal secara tak wajar. Kasus ini pun akhirnya mencuat setelah bertemu dengan pengacara Hotman Paris Hutapea di Palembang 4 September 2022.

Hotman Paris meminta agar kasus dugaan penganiayaan ini diusut. Usai unggahan video Hotman Paris, polisi pun turun tangan.

Terungkap, kasus tersebut sempat tidak dilaporkan ke kepolisian. Baru kemudian dilaporkan ke Polres Ponorogo dan dalam proses penyidikan.

Mulai dari pemeriksaan saksi, olah TKP, menyita alat bukti sudah dilakukan. Polisi juga memburu dua pelaku yang diduga kakak kelas korban.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini