Share

Seorang Diri, Petugas Koperasi Ini Sikat Kambing di 18 Lokasi di Gunungkidul

Erfan Erlin, iNews · Rabu 14 September 2022 16:54 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 14 510 2667509 seorang-diri-petugas-koperasi-ini-sikat-kambing-di-18-lokasi-di-gunungkidul-VB69ZOdlKu.jpg Ilustrasi/ Foto: Okezone

GUNUNGKIDUL - Warga Gunungkidul terutama pemilik kambing bisa bernafas lega. Pasalnya, maling kambing yang beraksi di berbagai tempat telah berhasil diamankan oleh petugas. 10 kambing berhasil diselamatkan oleh petugas dari tangan tersangka.

Dia adalah CA (21), pemuda asal Karanganyar Jawa Tengah ini. Dia tanggal 6 September 2022 lalu, oleh petugas Polsek Nglipar. Dia tertangkap tangan saat tengah mencoba membawa kabur kambing milik Rubino, warga Padukuhan Kwarasan Kulon Kalurahan Kedungkeris Kapanewon Nglipar.

 BACA JUGA:Polisi Sisir Ulang TKP Jasad Terbakar Tanpa Kepala, Cari Alat Bukti Tambahan

Pemuda ini diamankan karena kecurigaan dari petugas Polsek Nglipar yang bersiaga di sekitaran Pasar Wotgalih Kalurahan Pilangrejo Kapanewon Nglipar. Sejumlah polisi di wilayah Polres Gunungkidul memang disiagakan karena aksi pencurian kembali marak.

Bahkan sebelum tertangkap, aksi pencurian sempat terekam CCTV warga Dusun Gelaran IV Kalurahan Bejiharjo Kapanewon Karangmojo, wilayah obyek wisata Goa Pindul. Petugas Polsek Nglipar memang curiga karena sepatu pelaku di CCTV identik dengan yang dikenakan lelaki tersebut.

 BACA JUGA:Pangeran Wales dan Harry Berjalan di Belakang Peti Mati Ratu Elizabeth II Menuju Westminster Hall

Kapolres Gunungkidul AKBP Edy Bagus Sumantri mengatakan karena curiga petugas langsung membuntuti pelaku. Nampaknya pelaku mengetahui kalau ada yang membuntutinya, dan langsung tancap gas hendak melarikan diri.

"petugas kami langsung mengejarnya dan pelaku terjebak di jalan buntu, langsung kami ringkus," kata dia, Rabu (14/9/2022).

Saat ditangkap, CA tengah membawa kambing warna putih dan cokelat. Kambing tersebut dimasukkan ke dalam karung dengan posisi mulut diikat dengan lakban sehingga kambing tersebut tidak bisa bersuara.

Pelaku kemudian kami bawa ke Mapolsek untuk menjalani pemeriksaan. Dalam pemeriksaan pemuda ini telah menyikat kambing di 18 lokasi di dari berbagai Kapanewon di Gunungkidul sejak tahun 2021.

"Untuk sementara aksinya tersebut dilakukan seorang diri," terang dia.

Kasatreskrim Polres Gunungkidul AKP Mahardian Dewo Negoro mengatakan ketika beraksi, CA mengaku sebagai petugas koperasi. Sembari bekerja berkeliling mencari nasabah kredit di Gunungkidul ternyata ia juga mencari sasaran.

Suatu ketika rencana aksinya ketahuan pemilik kambing. Untuk menepis kecurigaan, CA langsung mengeluarkan ID card sebagai pegawai koperasi. Ia langsung menawari pemilik kambing tersebut dengan kredit dari koperasi.

"Jadi aksinya selalu dilakukan siang hari, kala kambing ditinggal pemiliknya. Kalau ada kambing yang tempatnya sepi, ya langsung diambil. Mulut dilakban kemudian dimasukkan karung,,"kata dia.

Dari pengakuannya, CA beraksi di 18 lokasi dalam wilayah Gunungkidul. Aksi pencurian paling banyak dilakukan di wilayah Paliyan sebanyak 5 lokasi, kemudian 3 lokasi di Playen. Aksi juga dilakukan di Karangmojo, Gedangsari, Semanu, Ponjong, dan Nglipar masing-masing 2 lokasi.

Selain mengamankan CA, polisi juga mengamankan T (61) warga Karanganyar. T selama ini yang menampung dan membeli kambing-kambing curian CA.

Baca Juga: Tidak Hanya Berantas Pencurian Ikan, Ini Bukti Nyata Ketegasan KKP

Kedua pelaku pun dikenakan pasal berbeda. CA dikenakan Pasal 363 ayat 1 KUHP dengan ancaman maksimal 7 tahun penjara dan T dikenakan Pasal 480 KUHP, ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara.

"sejauh ini kami berhasil menyelamatkan sekitar 10 ekor kambing yang dicuri oleh CA,"ungkapnya.

Rubino, warga Kwarasan Kulon Nglipar yang kambingnya dicuri CA saat tertangkap polisi mengaku lega kambingnya berhasil ditemukan. Dia kehilangan dua kambing namun yang berhasil ditemukan petugas hanya satu ekor.

"Yang satu mati katanya," terang dia.

Rubino menuturkan saat itu dirinya pergi ke ladang untuk mencari rumput gajah sejak pagi. Kemudian sekira pukul 11.00 WIB ia pulang ke rumah untuk istirahat dan sholat.

"Saat itu saya pulang dan kambingnya masih utuh," kata dia.

Selepas dhuhur, ia kemudian kembali pergi ke sawah untuk mengambil rumput gajah dan juga mesin diesel yang digunakannya. Namun sampai saat sampai di rumah kedua kambingnya telah tidak ada di kandang.

"Saya sudah ketemu dengan pelaku. Dan sempat bertanya ke pelaku," kata dia.

Pelaku mengaku, lanjut Rubino, dua kali datang ke rumahnya. Yang pertama itu ambil kambing yang hamil, namun di tengah perjalanan kambing itu mati. Kemudian meletakkan kambingnya di pinggir jalan.

Dan pelaku kembali ke rumah untuk mengambil kambing jantan. Kemudian pelaku kembali ke lokasi Kambing yang mati tersebut. Kemudian Kambing betina yang mati itu ditaruh di jok motor dan dibawa pergi. Kambing yang mati tersebut dibuang di daerah Weru.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini