Share

Imbas Kenaikan Harga BBM: Ratusan Trip ke Jogja Dibatalkan

Erfan Erlin, iNews · Rabu 14 September 2022 19:24 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 14 510 2667650 imbas-kenaikan-harga-bbm-ratusan-trip-ke-jogja-dibatalkan-HDixYluq5o.jpg Ketua PHRI DIY, Deddy Eryono/ Foto: Erfan Erlin

YOGYAKARTA - Karena harga Bahan Bakar Minyak (BBM) naik, sejumlah wisatawan mengurungkan niatnya untuk berlibur ke DIY. Hal ini tentu membuat industri pariwisata terutama perhotelan semakin tertekan karena kembali kehilangan calon konsumen.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY, Deddy Eryono mengakui sejak harga BBM dinaikkan pemerintah tanggal 3 September 2022 lalu, sejumlah biro perjalanan membatalkan (cancel) kunjungan mereka ke DIY. Mereka membatalkan karena pelanggan enggan ketika harga dinaikkan.

 BACA JUGA:Pakistan Butuh 6 Bulan untuk Membuat Banjir Surut, Ancaman Kolera dan Demam Berdarah Meningkat

"Jadi konsumen itu tidak mau kalau harganya dinaikkan. Padahal ongkos untuk bis naik, kemudian hotel juga ada kenaikan," ujar Deddy, Rabu (14/9/2022).

Dia tidak mengetahui secara pasti berapa biro yang telah melakukan pembatalan. Namun ia memastikan ada 120 trip yang dibatalkan akibat kenaikan harga BBM dari pemerintah. Angka tersebut kemungkinan akan bertambah apalagi saat ini tengah low season.

 BACA JUGA:Resmikan Jembatan Gantung Wear Fair, Presiden: Penting untuk Mobilitas Orang dan Barang

Deddy mengakui jika kenaikan BBM berpengaruh terhadap bisnis perhotelan. Karena saat ini okupansi telah mengalami penurunan di mana sekarang sudah tinggal 30-40 persen dari sebelum kenaikan harga BBM sebesar 60-70 persen.

"Memang ada penurunan tingkat hunian. Salah satunya ya karena kenaikan BBM ini," ujar dia.

Untuk hotel bintang 3 ke atas, ia mengakui memang masih tertolong dengan kegiatan MICE dari pemerintah dan instansi swasta lain. Sementara untuk bintang 2 ke bawah saat ini okupansinya sangat sedikit.

Baca Juga: Wujudkan Indonesia Sehat 2025, Lifebuoy dan Halodoc Berkolaborasi Berikan Akses Layanan Kesehatan Gratis

Oleh karenanya, PHRI meminta bantuan kepada pemerintah agar memberikan mereka diskon atau potongan yaitu potongan pajak perhotelan. Karena saat okupansi mengalami penurunan, biaya operasional mereka justru naik akibat BBM meningkat.

"Operasional kami naik 30-40 persen. Karena bahan baku naik semua," terang dia

 BACA JUGA:Pengumuman! Daya Listrik 450 VA Tidak Dihapus

Di samping itu PHRI juga berharap agar pemerintah daerah seperti Pemkot Yogyakarta atau Pemkab Bantul dan Sleman untuk menggelar event diskon yang mampu menolong mereka. Salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan membuat program great sale.

"Bisa saja dengan Bantul Great sale atau Sleman Great sale. Pokoknya untuk menolong kami," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini