Share

Kumpulkan Pelaku UMKM di Pagar Alam, Sandiaga Bahas Potensi Wisata dan Pertanian

Yuddy Faifman, iNews · Rabu 14 September 2022 04:54 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 14 610 2666951 kumpulkan-pelaku-umkm-di-pagar-alam-sandiaga-bahas-potensi-wisata-dan-pertanian-fDBglZ9X6k.jpg Menparekraf Sandiaga Uno saat hadiri workshop dengan pelaku UMKM. (iNews/Yuddy F)

PAGAR ALAM - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga S Uno menghadiri Workshop KATA (Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia) yang digelar di Villa MTQ, Kota Pagar Alam, Sumsel, pada Selasa (13/9/2022) malam. Para pelaku UMKM terlibat dalam workshop tersebut.

Sandiaga menjelaskan, banyak potensi di Kota Pagar Alam yang dapat dikembangkan. Pagar Alam memiliki banyak objek wisata alam. Selain itu, Pagar Alam memiliki hasil pertanian terutama kopi yang bisa dikembangkan.

"Selain wisata alam, Pagar Alam memiliki hasil pertanian kopi yang berpotensi besar untuk dikembangkan," ujarnya, Selasa (13/9/2022) malam.

Pengembangan potensi wisata dan hasil pertanian dengan melibatkan pelaku UMKM yang ada. Saat ini, hasil pertanian dan kerajinan di Pagar Alam telah banyak dikembangkan pelaku UMKM setempat seperti kopi dan teh.

Sebelumnya, Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno mengunjungi desa wisata Desa Tebat Lereh, Kecamatan Dempo Selatan.

Kunjungan Menparekraf ini sebagai apresiasi lantaran Desa Tebat Lereh masuk dalam 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022.

"Desa Tebat Lere ini masuk nominasi 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022. Desa ini memiliki daya tarik, memiliki air terjun dan ekonomi kreatif yang ada di desa ini akan terus didukung dengan harapan dapat menciptakan lapangan pekerjaan bagi remaja yang ada di daerah kawasan desa wisata ini," ujarnya Menparekraf.

Kedatangan Menparekraf di Pagar Alam disambut Wali Kota Alpian Maskoni bersama unsur pimpinan daerah lain dan tokoh masyarakat setempat. Menparekraf melihat langsung kondisi desa wisata tersebut. Di antaranya kuliner khas, kerajinan tangan masyatakat hingga penampilan beladiri tradisional kuntau.

"Banyak potensi yang dapat dikembangkan. Semangat pemuda patut diapresiasi yang telah menginisiasi desa wisata. Ini akan kita promosikan agar lebih dikenal secara nasional dan internasional," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini