Share

Kuasa Hukum Korban Penganiayaan di Ponpes Gontor Laporkan Pemalsuan Surat Kematian ke Polisi

Ahmad Subekhi, iNews · Kamis 15 September 2022 10:55 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 15 519 2667954 kuasa-hukum-korban-penganiayaan-di-ponpes-gontor-laporkan-pemalsuan-surat-kematian-ke-polisi-GdBwl5v26c.JPG Kuasa hukum keluarga korban, Titis Rahmawati/ Foto: Ahmad Subekhi

PONOROGO- Kasus kekerasan yang menyebakan santri Pondok Pesantren Gontor, Ponorogo, Jawa Timur tewas, terus berlanjut. Polisi sudah menetapkan 2 kakak kelas korban sebagai tersangka dan melakukan rekontruksi kejadian.

Kini, kuasa hukum keluarga Soimah, ibu dari korban penganiayaan Albar Mahdi, mendatangi Polres Ponorogo, Kamis pagi (15/9/2022) untuk melaporkan dugaan pemalsuan surat kematian korban. Kuasa hukum mewakili keluarga korban juga hendak meminta hasil rekam medis atas kematian korban.

 BACA JUGA:Detik-Detik Kampung Curug Bogor Alami Tanah Bergerak

Sebab sampai saat ini, keluarga korban belum menerima rekam medis almarhum Albar Mahdi. Dari rekam medis ini nantinya akan dijadikan dasar laporan dugaan pemalsuan surat kematian korban.

"Kita mau melaporkan masalah penganiayaan. Nanti juga koordinasi terkait pelaporan tahap selanjutnya, kami mau ambil dulu rekaman medis itu. Baru tahap selanjutnya kami laksanakan," kata Kuasa Hukum Keluarga Korban, Titis Rahmawati, saat ditemui di Polres Ponorogo, Kamis.

Sementara itu, polisi sudah melakukan rekontruksi atas kematian Albar Mahdi, di Pondok Gontor dan RS Asyfin. Namun, polisi memastikan belum ada tersangka baru dalam kasus ini.

Sebelumnya, Albar Mahdi, santri kelas 5 atau setara kelas 11 SMA di Pondok Gontor 1, Desa Gontor, Kecamatan Mlarak, Ponorogo, meninggal dunia. Jenasah dipulangkan ke Palembang.

Ibu korban, Soimah, curiga anaknya meninggal tidak wajar. Kasus mencuat setelah ibu korban bertemu dengan pengacara kondang Hotman Paris di Palembang, 4 september 2022. Ternyata, kasus tidak dilaporkan ke kepolisian.

 BACA JUGA:Hari Ini, Mantan Dirjen Kemendagri Hadapi Sidang Tuntutan Suap Dana PEN

Kasus baru dilaporkan ke Polres Ponorogo oleh Pondok pada 6 september 2022. Hasil penyidikan, polisi menahan dua kakak kelas yang dinyatakan sebagai tersangka.

Polisi masih mengembangkan penyidikan untuk mengusut keterlibatan pondok dan rumah sakit dalam upaya menutupi kematian korban.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini