Share

Miris! Puluhan Pelajar Jalani Rehabilitasi Gegara Terpapar Narkoba Berbagai Jenis

Adi Haryanto, Koran Sindo · Jum'at 16 September 2022 21:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 16 525 2669211 miris-puluhan-pelajar-jalani-rehabilitasi-gegara-terpapar-narkoba-berbagai-jenis-8tgp1irYVD.jpg Illustrasi (foto: Okezone)

BANDUNG BARAT - Sebanyak 23 pelajar di Kabupaten Bandung Barat (KBB) sedang melakukan rehabilitasi akibat terpapar obat terlarang narkoba berbagai jenis. Data itu berdasarkan hasil inventarisasi yang dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN) KBB.

"Sampai September 2022 ini, ada 23 orang yang melakukan rehabilitasi akibat obat-obatan terlarang. Mereka adalah usia pelajar," ungkap Kepala BBN KBB, AKBP M. Yulian, Jumat (16/9/2022).

 BACA JUGA:Selundupkan Ratusan Ribu Kg Narkoba, Bos Kriminal Meksiko Divonis Penjara Seumur Hidup

Dia mengakui jika kalangan pelajar masih menjadi sasaran empuk peredaran narkoba dan jenis obat-obatan terlarang lainnya. Mereka menjadi salah satu kelompok rentan terpapar selain mahasiswa dan kalangan pekerja.

Apalagi penjualan obat terlarang dengan harga murah semakin marak, bukan hanya diperkotaan bahkan hingga ke pelosok desa. Hal tersebut yang menjadi salah satu faktor mudahnya anak usia pelajar menyalahgunakan narkoba.

 BACA JUGA:Gerebek Tempat Pesta Narkoba, Polisi Tangkap Siswa SMP hingga PNS

"Kondisi itu tentunya jadi perhatian kami juga, jangan sampai narkoba masuk ke kalangan pelajar atau sekolah," ujarnya.

Sebagai langkah antisipasi, lanjut dia, BNN KBB gencar melakukan penindakan terhadap pengedar serta dibarengi sosialisasi terhadap pelajar. Sebab upaya perang terhadap Narkoba perlu peran semua pihak. Mulai dari pemerintah, tokoh masyarakat, organisasi keagamaan, lembaga pendidikan, hingga keluarga.

Sementara untuk pemulihan, pihaknya menyediakan layanan gratis rehabilitasi. Tidak hanya secara medis (detoksifikasi) tapi juga rehabilitasi non-medis berupa edukasi ajaran agama dengan melibatkan pesantren yang sudah bekerja sama dengan BNN KBB. Yakni Pesantren Darul Inayah, Alhidayah, dan Pesantren Assalafiah.

"Kalau kecanduannya masih kadar rendah, bisa direhabilitasi di kantor BNN. Kalau berat dirujuk ke fasilitas kesehatan termasuk rehabilitasi berbasis pesantren," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini