Share

Viral Kepsek SMA di Ogan Ilir Tampar Siswa Sekelas Gegara Tak Mau Mengaku Merokok

Era Neizma Wedya, iNews · Jum'at 16 September 2022 19:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 16 610 2669178 viral-kepsek-sma-di-ogan-ilir-tampar-siswa-sekelas-gegara-tak-mau-mengaku-merokok-OLVB9ohu2O.jpg Viral Kepsek tampar siswa sekelas karena tak ada yang mengaku merokok. (Foto: Tangkapan layar)

OGAN ILIR - Beredar di media sosial (medsos) video viral yang memperlihatkan seorang kepala sekolah menampar sejumlah siswanya. Belakangan diketahui peristiwa itu terjadi di SMA Negeri 1 Ogan Ilir, Sumsel.

Dalam video berdurasi 6 detik itu, 32 siswa satu kelas dikumpulkan di sebuah lapangan dan disuruh duduk jongkok. Lalu satu per satu wajah pelajar tersebut ditampar.

Salah satu sumber siswa yang turut ditampar mengaku peristiwa itu terjadi Rabu 14 September 2022. Berawal dari adanya laporan kepada guru bahwa ada siswa yang merokok di Kelas XI IPS. Para siswa lalu diminta menunjukkan siapa yang merokok, namun tidak ada yang mengaku.

"Kalau saya benar-benar tidak tahu siapa yang merokok. Tapi kami satu kelas kena hukuman semua. Saya keberatan karena tidak tahu apa-apa," katanya, Jumat (16/9/2022).

Saat dikonfirmasi terpisah, Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Ogan Ilir, Masnawati mengakui tindakannya menampar para siswa. Tapi hal itu semata-mata karena ingin mendidik siswanya setelah mendapatkan laporan ada siswa yang merokok di kelas.

 Baca juga: Tampang Polisi Tampar Prajurit TNI, Ujung-ujungnya Menangis saat Ditangkap

"Saya mendapatkan laporan dari salah satu guru karena ada yang makan di kelas, sampahnya berantakan. Ada yang merokok, kemudian nendang-nendang meja saat jam pelajaran," katanya.

Akan tetapi, saat ia melakukan pemeriksaan langsung, tidak ada satu pun siswa di kelas itu yang mengaku telah melakukan perbuatan tersebut, sehingga semua dihukum.

"Begitu ditanya siapa yang nendang meja, mereka malah menyahut perkataan ‘awas ada mata-mata’ yang ditujukan kepada guru mereka," katanya.

Sementara itu, salah seorang wali murid, Pitung mengatakan ia mewakili para orang tua siswa telah melaporkan dugaan tindak kekerasan ini ke polisi.

"Setelah diskusi dengan sejumlah orang tua siswa lain. Kami sepakat melaporkannya ke polisi. Kami berharap yang bersangkutan dapat diberhentikan," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini