Share

Tokoh Agama Papua Minta Gubernur Lukas Enembe Hadapi Proses Hukum

Edy Siswanto, Okezone · Minggu 18 September 2022 19:15 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 18 340 2669997 tokoh-agama-papua-minta-gubernur-lukas-enembe-hadapi-proses-hukum-P84TbvVwZr.jpg Gubernur Papua, Lukas Enembe (foto: dok Okezone)

SENTANI - Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Jayapura, Pendeta Alberth Yoku meminta Gubernur Papua, Lukas Enembe untuk menghadapi kasus hukum yang menimpanya saat ini.

"Seperti orang-orang tua kita, abang-abang kita, adik-adik kita, seperti bapak Barnabas Suebu, Jhone Ibo, Bupati yang berkasus saat ini, dan pejabat lain, itu mereka gantel hadapi proses hukum. Orang bilang Papua banyak korupsi, ya buktikan, kalau bersalah ya pertanggungjawaban kalau tidak ya bebas," kata pdt. Alberth Yoku kepada wartawan, Minggu (18/9/2022).

 BACA JUGA:PPATK Serahkan Temuan Aliran Uang Lukas Enembe ke KPK

Sehingga dengan begitu, kata dia, tidak akan menjadi boomerang di tengah masyarakat, yang kemudian bisa mengganggu keamanan di Papua.

"Kalau gantel begitu tidak akan menjadi boomerang yang memicu emosi Kesukuan, emosi Kedaerahan dengan melakukan demonstrasi dan lainnya," katanya.

 BACA JUGA:Takut Ditangkap KPK, Ratusan Massa Jaga Rumah Pribadi Lukas Enembe

Ditegaskan lagi, Tanah Tabi adalah Tanah Adat, Tanah yang jika orang berbuat salah maka ada sanksi, jika berbuat benar maka dipuji dan dihormati. Sehingga prinsip kebenaran harus dikunjungi tinggi.

"Papua ini orang melihat sebagai Provinsi termiskin, terkorup dan terendah IPM (Indek Pembangunan Manusia, red) nya, dan juga untuk good governance yang kurang dan provinsi yang tidak nyaman. Dalam situasi ini, kita semua harus punya visi dan misi bersama, bahwa orang Papua itu punya harga diri, integritas baik secara adat maupun iman yang dimiliki. Prinsip kejujuran dan kebenaran harus dikunjungi tinggi untuk mengubah paradigma itu," katanya.

Baca Juga: Tidak Hanya Berantas Pencurian Ikan, Ini Bukti Nyata Ketegasan KKP

"Kalau salah itu adalah proses yang mendidik kita agar dikemudian hari kita tidak melakukannya. Dalam soal bapak Lukas Enembe dan Ricky Ham Pagawak, kita sebagai orang Papua, orang yang terdidik menghormati proses hukum, jadi kita hormati proses itu," sambungnya.

Kepada penegak hukum, pihaknya meminta dilakukan penegakan hukum yang adil dan transparan sehingga tidak kemudian menimbulkan polemik. Melakukan kerja dengan profesional dengan penuh tanggung jawab.

"Kepada KPK, Kepolisian dan Kejaksaan, kita minta dilakukan proses hukum yang adil, sehingga tidak ada bahasa di kriminalisasi dan lainnya," ucapnya.

"Saya menghimbau kepada seluruh masyarakat Papua, saya sebagai salah satu tokoh agama di wilayah adat Tabi, saya sampaikan bahwa apa yang terjadi kepada bapak Gubernur Lukas Enembe, kita harus menghormati proses hukum yang berjalan itu, kita tidak usah mengkambing hitamkan siapapun. Mari kita bekerja secara jujur dan adil tidak ada kepentingan kepentingan lain. Saya juga berharap bapak Gubernur diberi kekuatan oleh Tuhan sehingga mampu bisa mengatakan sesuatu dan mampu untuk menerima apapun yang terjadi atas persoalan yang terjadi," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini