Share

5 Fakta 2 Bocah SD Tewas Tersengat Listrik, Kaki Terlilit Kabel di Kolam Ikan

Tim Okezone, Okezone · Senin 19 September 2022 06:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 18 510 2670071 5-fakta-2-bocah-sd-tewas-tersengat-listrik-kaki-terlilit-kabel-di-kolam-ikan-3rlb5m9rKx.jpg Ilustrasi. (Foto: Dok Okezone.com)

SLEMAN - Dua bocah yang masih duduk di sekolah dasar (SD) tewas karena kesetrum saat mencari ikan di kolam setempat. Peristiwa nahas itu mengagetkan warga Kalurahan Kalitirto, Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman.

Berikut sejumlah fakta kejadian ini:

1. Identitas Korban

Kapolsek Berbah AKP Parliska membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, kedua bocah tersebut adalah FA (8), siswa kelas III Sekolah Dasar, dan FM (12) siswa kelas VI Sekolah Dasar.

Kedua bocah tersebut berasal dari RT yang berbeda di Padukuhan Sumber Lor, Kalurahan Kalitirto.

"Benar ada peristiwa tersebut. Keduanya sering terlihat main bebarengan dengan bocah lain di Padukuhan tersebut," ujar Parliska.

2. Meninggal di Kolam Ikan

Parliska menambahkan, peristiwa tersebut bermula dari adanya laporan warga yang menyebutkan jika ada dua bocah yang ditemukan meninggal dunia di kolam ikan. Salah satunya dalam posisi terlilit kabel listrik lampu penerangan lampu.

3. Awal Penemuan Korban

Kala itu, ada salah satu warga yang diberitahu teman-teman korban, bahwa ada dua teman mereka yang kesetrum kabel lampu penerangan di sebuah kolam. Warga tersebut kemudian mendatangi kolam yang dimaksud para bocah.

"Dan benar saat itu korban FM ditemukan dengan kondisi kaki sebelah kanan terlilit kawat," ujar Parliska.

Parliska menambahkan, dia sendiri belum mengetahui secara pasti kondisi FA ketika ditemukan warga. Namun usai ditemukan, warga berusaha menyelamatkan kedua bocah tersebut dengan membawa keduanya ke rumah sakit (RS).

Baca Juga: Wujudkan Indonesia Sehat 2025, Lifebuoy dan Halodoc Berkolaborasi Berikan Akses Layanan Kesehatan Gratis

4. Sempat Dibawa ke RS

Keduanya dilarikan ke rumah sakit guna mendapatkan penanganan medis di instalasi gawat darurat (IGD). Namun berdasarkan keterangan dokter piket, korban FA sewaktu tiba di RS kondisi detak jantungnya masih ada namun denyut nadinya sudah tidak ada.

"Tak berselang lama, nyawa korban tidak tertolong. FA meninggal dunia di RS. Sementara itu, korban FM sudah tidak bernyawa ketika masuk ke IGD," tutur dia.

5. Kesetrum Kabel Listrik

Parliska menambahkan keduanya meninggal akibat kesetrum jaringan kabel listrik penerangan lampu, yang dipancangkan dengan tali kawat. Kemunginan keduanya terkena setrum tegangan listrik kawat, yang digunakan sebagai tali pancang kabel lampu penerangan.

"Kami masih menyelidiki peristiwa tersebut," ujar dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini