Share

Baru Bebas dari Penjara, Mantan Kades Ini Kembali Ditangkap karena Korupsi

Dede Febriansyah, MNC Portal · Senin 19 September 2022 15:25 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 19 610 2670561 baru-bebas-dari-penjara-mantan-kades-ini-kembali-ditangkap-karena-korupsi-b62JWEmC3C.jpg Illustrasi (foto: freepick)

LAHAT - Baru saja bebas merasakan segarnya udara dari Lapas Kelas II Lahat, Heppi (40), mantan Kepala Desa (Kades) Gunung Megang Kecamatan Jarai, Kabupaten Lahat, tak bisa berkutik setelah Satreskrim Polres Lahat kembali menangkapnya.

Kasat Reskrim Polres Lahat, AKP Herli Setiawan mengatakan, bahwa sebelum kembali ditangkap, mantan Kades tersebut sebelumnya sudah pernah ditangkap dan dipenjara karena kasus narkotika.

"Tersangka Heppi ditangkap di rumah kerabatnya di Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Lahat. Penangkapan kali ini karena tersangka diduga melakukan tindak pidana korupsi," ujar Herli, Senin (19/9/2022).

 BACA JUGA:Kasus Korupsi Lukas Enembe Masuk Daftar 10 Besar di Papua, Ada Dana Rp560 Miliar untuk Judi

Herli menjelaskan, bahwa kasus dugaan korupsi yang menjerat tersangka tersebut terjadi saat Heppi menjabat sebagai Kades Gunung Megang tahun 2019 lalu.

"Sebanyak 38 saksi telah kita periksa. Kemudian pihak unit Pidkor melakukan pemeriksaan fisik pekerjaan dan pemeriksaan ahli Kontruksi dari Dinas PRKPP, dan telah melakukan pemeriksaan audit Perhitungan Kerugian Keuangan Negara (PKKN) dan Inspektorat Lahat, serta memeriksa terhadap tersangka saat berada di Lapas Kelas IIA Lahat," ungkapnya.

 BACA JUGA:Mahfud MD Sebut Dugaan Korupsi Lukas Enembe Capai Ratusan Miliar

Dijelaskan Herli, dugaan praktek korupsi yang dilakukan tersangka saat menjabat sebagai Kades yakni menganggarkan pembangunan Rumah Sehat dari dana Desa Tahun 2019. Hal tersebut dilakukan setelah Dana Desa (DD) diterima oleh tersangka.

"Hasil pemeriksaan rumah sehat yang dimaksud tidak selesai dibangunkan dan uang dana desa (DD) tersebut di pakai untuk membeli satu unit Mobil Xenia dan dipakai untuk mencalonkan diri dalam kembali dalam Pilkades Serentak Juli 2019 sebagai Kepala Desa, namun, gagal dan tidak lagi menjadi Kades," jelasnya.

Diungkapkan Herli, dari praktek tindak pidana korupsi tersebut dan dari hasil audit PKKN, negara disebut mengalami kerugian sebesar Rp422.796.850,46.

"Kini terduga tersangka Heppi telah kita amankan di Polres Lahat, untuk diperiksa lebih lanjut," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini