Share

Arisan Online Bodong di Musi Banyuasin, Para Korban Tertipu Rp6 Miliar

Dede Febriansyah, MNC Portal · Senin 19 September 2022 16:40 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 19 610 2670644 arisan-online-bodong-di-musi-banyuasin-para-korban-tertipu-rp6-miliar-cmTGcOgbwR.jpg Korban arisan bodong di Muba. (Foto: Dede Febriansyah)

MUBA - Penipuan berkedok arisan online kembali terjadi. Kali ini sejumlah korban berasal dari Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Para korban arisan online tersebut melaporkan bandar arisan online berinisial MI ke Polres Muba.

Fahmi, selaku Kuasa Hukum korban arisan online mengatakan, terdapat dua kliennya diduga ditipu oleh MI yang berstatus sebagai bandar arisan online.

"Arisan online ini dikelola oleh seorang bandar berinisial MI dengan member mencapai 550 orang dengan total kerugian sekitar Rp6 miliar," ujar Fahmi, Senin (19/9/2022).

Dijelaskan Fahmi, dua kliennya yang melapor dalam sistem arisan online tersebut sebagai reseller dan dana dikelola oleh bandar arisan berinisial MI.

 Baca juga: Wanita Cantik Kuras Rekening Temannya Nyaris Rp1 Miliar

"Klien kita EN dengan nama sosial media Regina Putri reseller dari Bandar arisan MI yang membawahi sekitar 500 nasabah dengan kerugian pokok sebesar Rp5,195 miliar dan SU reseller dari Bandar arisan MI membawahi sekitar 50 nasabah dengan total kerugian pokok sebesar Rp860 juta" jelas Fahmi.

Menurutnya, pada tanggal 15 September 2022, MI menandatangani surat perjanjian yang intinya siap mengembalikan uang pokok, sesuai tanggal jatuh tempo. Namun hingga saat ini belum ada uang yang dicairkan untuk diberikan kepada para member.

"Selain klien kita, masih banyak korban yang lain. Saya meminta pak kapolres segera mengamankan dan memeriksa MI," kata dia.

Diakui Fahmi, jika persoalan tersebut tak diproses dan sang bandar arisan tak diamankan, pihaknya akan mengambil langkah lain yakni menggelar unjuk rasa.

"Kita akan unjuk rasa untuk meminta MI mengembalikan uang milik korban. Termasuk sekaligus meminta menutup atau menghentikan transaksi jual beli arisan bodong," jelas dia.

Sementara itu, salah satu korban berinisial EN mengaku dirinya sudah ikut dalam arisan online sejak Mei 2022 dengan modal Rp10 juta dijanjikan bulan depan menjadi Rp15 juta.

Dijelaskan EN, jumlah uang pokok yang sudah disetorkan dirinya kepada bandar berinisial MI hingga bulan September 2022 mencapai Rp1,5 miliar. "Terakhir saya setor uang pribadi sebesar Rp150 juta," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini