Share

Pejabat AS: Perusahaan Militer Rusia Rekrut 1.500 Narapidana untuk Berperang di Ukraina

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 20 September 2022 19:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 20 18 2671494 pejabat-as-perusahaan-militer-rusia-rekrut-1-500-narapidana-untuk-berperang-di-ukraina-dE0YPafHsp.jpg Ilustrasi. (Foto: Reuters)

MOSKOW – Perusahaan militer swasta Rusia, Grup Wagner, berusaha merekrut lebih dari 1.500 penjahat yang dihukum untuk ikut bertempur dalam perang Rusia di Ukraina, tetapi banyak yang menolak untuk bergabung, kata seorang pejabat senior pertahanan Amerika Serikat (AS), Senin, (19/9/2022).

"Informasi kami menunjukkan bahwa Wagner telah menderita kerugian besar di Ukraina, terutama dan tidak mengejutkan di kalangan pejuang muda dan tidak berpengalaman," kata pejabat AS, yang berbicara dengan syarat anonim, kepada wartawan.

BACA JUGA: Intelijen Inggris: Rusia Terjunkan Tentara Bayaran Grup Wagner di Ukraina Timur

Uni Eropa telah menjatuhkan sanksi pada Grup Wagner, menuduhnya melakukan operasi rahasia atas nama Kremlin.

Presiden Vladimir Putin mengatakan kelompok itu tidak mewakili negara Rusia, tetapi kontraktor militer swasta memiliki hak untuk bekerja di mana saja di dunia selama mereka tidak melanggar hukum Rusia.

Pejabat AS menunjuk ke video media sosial baru-baru ini, yang tampaknya menunjukkan Yevgeny Prigozhin, yang menurut Departemen Keuangan AS dan Uni Eropa terkait dengan Grup Wagner, mencoba merekrut tahanan.

Video itu tampaknya menunjukkan Prigozhin berusaha merekrut tahanan Rusia serta orang Tajik, Belarusia, dan Armenia.

BACA JUGA: Di Balik Kelompok Wagner, Tentara Bayaran Putin yang Kobarkan Perang Berdarah di Perbatasan NATO

Reuters belum secara independen memverifikasi video media sosial tersebut.

Tentara Grup Wagner telah dituduh oleh kelompok hak asasi dan pemerintah Ukraina melakukan kejahatan perang di Suriah dan Ukraina timur mulai 2014 dan seterusnya.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Pada Juli, intelijen militer Inggris mengatakan bahwa Rusia telah menggunakan Wagner untuk memperkuat pasukan garis depan dalam konflik Ukraina.

Rusia telah menderita antara 70.000 dan 80.000 korban, baik terbunuh atau terluka, sejak invasinya ke Ukraina dimulai, kata Pentagon bulan lalu.

Ukraina memperpanjang cengkeramannya di wilayah yang baru-baru ini direbut kembali pada Senin ketika pasukan bergerak lebih jauh ke timur ke daerah-daerah yang ditinggalkan oleh Rusia, membuka jalan bagi kemungkinan serangan terhadap pasukan pendudukan di wilayah Donbass.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini