Share

Perlihatkan Kemaluan ke Bocah Perempuan, Mahasiswa di Tapanuli Selatan Ditangkap

Indra Mulia Siagian, iNews · Selasa 20 September 2022 10:47 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 20 608 2671060 perlihatkan-kemaluan-ke-bocah-perempuan-mahasiswa-di-tapanuli-selatan-ditangkap-nDU4fzw84H.jpg Mahasiswa di Tapanuli Selatan ditangkap karena memamerkan kemaluan ke bocah perempuan. (iNews)

TAPANULI SELATAN – Seorang mahasiswa di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara (Sumut) ditangkap polisi. Ia ditangkap karena memprlihatkan kemaluannya kepada bocah perempuan berusia 8 tahun.

Tersangka AZ, warga Kecamatan Angkola Selatan, Tapanuli Selatan, tampak lemas saat digelandang petugas ke Mapolres Tapanuli Selatan. Tersangka ditangkap petugas lantaran memperlihatkan kemaluannya kepada bocah perempuan yang merupakan tetangganya.

Peristiwa terjadi saat korban bersama abangnya baru pulang sekolah. Di saat yang bersamaan, tersangka yang berusia 22 tahun melintas dengan mengendarai sepeda motor.

Tersangka kemudian mendatangi korban dengan alasan akan mengantarnya untuk pulang. Ajakan tersangka diamini korban yang kemudian naik ke motor tersangka.

“Saat itu, tersangka yang mengendarai sepeda motor membujuk korban untuk pulang bersamanya. Ajakan tersangka ini diamini korban yang kemudian ikut bersamanya,” kata Kapolres Tapanuli Selatan, AKBP Imam Zamroni dalam konferensi pers.

Namun, di tengah perjalanan, tersangka menghentikan laju kendaraannya dengan alasan hendak buang air kecil. Bahkan saat itu tersangka mengajak korban menemaninya ke kamar mandi. Korban menolak ajakan tersangka karena sudah dekat dengan kediamannya.

Penolakan tersebut membuat tersangka murka. Pemuda itu kemudian mencubit serta menggendong korban ke kamar mandi. Di saat itulah tersangka memperlihatkan kemaluannya sembari buang air kecil tepat di hadapan korban.

Baca Juga: Salurkan BLT BBM kepada 20,65 Juta KPM, Ini Strategi Pos Indonesia

“Sesampainya di kamar mandi, tersangka langsung mengeluarkan alat vitalnya dan buang air kecil di hadapan korban. Melihat hal itu, korban pun kabur dan melaporkan kejadian tersebut kepada orang tuanya,” ujarnya.

Melihat hal itu korban langsung ķabur lalu melaporkan kejadian yang dialaminya kepada orang tuanya. Tak terima atas perbuatan tersangka, orang tua korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polres Tapanuli Selatan.

Akibat perbuatan tersangka, korban mengalami trauma mental. Sementara tersangka dijerat petugas telah melanggar Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini