Share

Buronan Penyiram Air Keras Pulang karena Rindu Anak-Istri, Langsung Ditangkap

Dede Febriansyah, MNC Portal · Selasa 20 September 2022 10:23 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 20 610 2671034 buronan-penyiram-air-keras-pulang-karena-rindu-anak-istri-langsung-ditangkap-14Rg88gJpP.jpg Buronan ditangkap polisi. (Foto: Dede Febriansyah)

PALEMBANG - Rindu dengan anak dan istri menjadi alasan Adi Saputra (42), buronan kasus penyiraman air keras terhadap Robby Firdaus (38), pulang ke Palembang. Namun kepulangannya tersebut justru telah ditunggu pihak kepolisian yang langsung menangkapnya.

Kapolsek Ilir Timur II Palembang, Kompol Fadilah Ermi mengatakan, Adi merupakan buronan polisi sejak dirinya melakukan aksi penyiraman tersebut pada akhir September 2019 silam.

Menurut Fadilah, peristiwa penyiraman tersebut berawal saat tersangka bersama grup Sholawat Hadroh-nya tampil di acara peringatan Maulid Nabi di Jalan Dr M Isa, Kelurahan Kuto Batu Kecamatan Ilir Timur III Palembang.

"Saat sedang manggung bersama teman-temannya di acara keagamaan, tiba-tiba disebutkan ada seseorang yang melemparkan batu ke arah tersangka dan teman-temannya. Dan ternyata yang melempar batu itu adalah korban," ujar Fadilah, Selasa (20/9/2022).

Baca juga:  Kabur-kaburan, Pembunuh Pemilik Salon Ditangkap Tim Macan

Fadilah menjelaskan, korban yang saat itu sedang menyaksikan tersangka tampil di atas panggung dengan sengaja melemparkan batu. Korban mengaku tidak puas dengan penampilan tersangka dan teman-temannya yang dinilai jelek.

"Korban beralasan melemparkan batu ke arah Adi dan teman-temanya karena menilai penampilan mereka jelek," terangnya.

Lemparan batu dari korban ternyata mengenai kepala salah satu teman tersangka  Melihat apa yang dilakukan Robby, membuat Adi tersulut emosi dan membalas melemparkan batu ke arahnya.

"Merasa belum puas, tersangka kemudian pulang ke rumah dan mengambil sebuah botol berisi air keras yang kemudian disiramkan ke wajah dan badan korban," jelasnya.

Setelah menyiramkan air keras tersebut, kata Kapolsek, tersangka langsung melarikan diri. Sedangkan korban mengalami dampak akibat penyiraman air keras tersebut yakni kebutaan secara permanen.

"Dari pengakuan tersangka, dirinya kabur ke Jakarta. Barulah setelah buron beberapa tahun, tersangka Adi berhasil ditangkap saat sedang pulang ke rumahnya," ungkap Fadilah.

Sementara itu tersangka Adi mengaku dirinya nekat menyiram Robby dengan air keras karena tersulut emosi atas perilaku korban yang arogan. Apalagi mereka sedang tampil di acara keagamaan dan disaksikan banyak orang.

"Saya tidak kenal dengan korban dan tidak tahu apa alasannya secara tiba-tiba melempar kami dengan batu saat sedang tampil di acara Maulid Nabi. Saat itu suasananya sedang ramai," jelasnya.

Usai kejadian tersebut, kata Adi, dirinya langsung kabur ke Jakarta. Setelah beberapa tahun menjadi buronan, dirinya memutuskan untuk pulang ke Palembang karena rindu dengan anak dan istri.

"Saya tidak tahu kalau korban mengalami kebutaan secara permanen. Saya sangat menyesal dan merasa benar-benar bersalah," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini