Share

Mantan PM Malaysia Najib Razak Dirawat di RS, Mengeluh Sakit di Penjara

Widi Agustian, Okezone · Rabu 21 September 2022 11:55 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 21 18 2671849 mantan-pm-malaysia-najib-razak-dirawat-di-rs-mengeluh-sakit-di-penjara-NtFqPeC1ED.jpg Najib Razak. (Foto: Ant)

KUALA LUMPUR - Najib Razak yang merupakan Mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia dirawat di Rumah Sakit Rehabilitasi Cheras (HRC). Sebelumnya, dia mengeluh kondisi kesehatannya yang tidak baik di dalam penjara.

Departemen Penjara Malaysia menjelakan, Najib menjalani perawatan dan pemantauan kesehatan lebih lanjut di HRC sejak Senin (19/9), setelah ahli medis di RS Kuala Lumpur (HKL) merujuknya ke rumah sakit tersebut.

Pengadilan Tinggi Kuala Lumpur memerintahkan agar Najib dibawa ke RS untuk menjalani pemeriksaan kesehatan setelah diberi tahu soal kondisi mantan PM tersebut pada 12 September 2022.

Sesuai Pasal 37 Undang-Undang Penjara, ketentuan undang-undang dan Peraturan Standar Minimum Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Perlakuan terhadap Tahanan (Mandela Rules), Departemen Penjara Malaysia telah mengirim Najib ke HKL untuk perawatan medis di sana.

Najib akan dikembalikan ke Penjara Kajang untuk menjalani hukuman setelah mendapatkan izin dari dokter terkait. Demikian dilansir dari Antara, Rabu (21/9/2022).

Lembaga Pemasyarakatan menegaskan pihaknya bertanggung jawab untuk memastikan kesehatan narapidana selalu dipantau dan dijaga.

Najib sedang menjalani masa tahanan 12 tahun penjara setelah Mahkamah Persekutuan di Putrajaya menolak banding yang diajukannya terkait vonis penyalahgunaan dana SRC International Sdn Bhd sebesar 42 juta ringgit Malaysia (sekitar Rp183,85 miliar) pada 23 Agustus lalu.

Mantan PM Malaysia itu juga divonis denda sebesar 210 juta ringgit (sekitar Rp693,79 miliar).

Baca Juga: Wujudkan Indonesia Sehat 2025, Lifebuoy dan Halodoc Berkolaborasi Berikan Akses Layanan Kesehatan Gratis

Proses pengadilan terkait dugaan korupsi 1Malaysia Development Bhd itu juga harus ditunda selama seminggu karena kondisi kesehatan Najib yang tidak memungkinkan.

Persidangan di Mahkamah Tinggi di Kuala Lumpur rencananya baru akan dilanjutkan pada 26 September.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini