Share

Kari Mariyuana Thailand yang Lahir Usai Perang Narkoba Mematikan

Tim Okezone, Okezone · Kamis 22 September 2022 05:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 21 18 2672245 kari-mariyuana-thailand-yang-lahir-usai-perang-narkoba-mematikan-O0OU1CIDLc.JPG Warga Thailand merayakan legaliasi ganja dengan es mariyuana/Foto: BBC

JAKARTA - Thailand resmi melegalisasi penanaman dan konsumsi ganja sehingga praktis mengubah pendekatannya 180 derajat, mengingat selama ini negara tersebut menjatuhkan hukuman penjara atau bahkan hukuman mati kepada terpidana kasus narkoba.

Koresponden BBC di Asia Tenggara, Jonathan Head, melaporkan mengenai apa yang terjadi di balik perubahan dramatis ini. Selama saya berkarier sebagai wartawan, ada suatu kejadian ekstrem yang sampai sekarang tertanam dalam benak saya. Insiden itu berlangsung 21 tahun lalu.

 BACA JUGA:Sebaran 2.384 Positif Covid-19 Hari Ini, 3 Provinsi Nihil Kasus

Saat itu, kami diundang menyaksikan dan merekam eksekusi lima tahanan oleh regu penembak di Penjara Bangkwan, Bangkok. Empat dari tahanan tersebut adalah terpidana penyelundup narkoba.

Raut wajah para pria itu selagi mereka berjalan dengan kedua kaki dirantai menuju paviliun tempat eksekusi diadakan adalah sesuatu yang tidak pernah saya lupakan.

Eksekusi tersebut merupakan bagian dari kebijakan "perang terhadap narkoba" yang dicanangkan perdana menteri kala itu, Thaksin Shinawatra. Kebijakan itu pula yang belakangan menjadi pembenaran atas pembunuhan ratusan tersangka kasus narkoba.

 BACA JUGA:Breaking News! Kasus Covid-19 di Indonesia Hari Ini Bertambah 2.384 Kasus, Meninggal 18 Orang

Kebijakan Thaksin saat itu menarik dukungan rakyat Thailand. Mereka khawatir dampak buruk narkoba seperti sabu akan menjalar ke berbagai komunitas sehingga bersedia mengabaikan pelanggaran HAM yang disebabkan oleh rangkaian pembunuhan tersebut.

Negara lain di kawasan Asia Tenggara mengikuti pendekatan serupa, terutama Filipina setelah Presiden Rodrigo Duterte menjabat pada 2016. Singapura dan Malaysia telah lebih dulu menerapkan hukuman mati atas kasus penyelundupan narkoba selama berpuluh tahun.

Para wisatawan mancanegara yang datang ke kawasan ini sudah diperingatkan hukuman yang menanti jika mereka kedapatan membawa narkoba, tak peduli apakah itu hanya sejumput mariyuana.

Kala itu sulit dibayangkan bahwa Thailand akan melegalisasi ganja.

Pemandangan di Thailand berubah

Selama lebih dari sepekan terakhir, pemandangan di Thailand benar-benar berubah. Ada berbagai kafe dan lapak secara terbuka menjual beragam produk ganja dan menampilkan stoples-stoples berisi bunga mariyuana.

Ada pula sejumlah nenek yang terkekeh saat mencoba minuman cannabis berwarna hijau serta antrean warga yang ingin mendapatkan satu dari sejuta tanaman ganja yang dibagikan pemerintah Thailand secara cuma-cuma.

Aturan baru ini menjadikan Thailand mungkin sebagai negara dengan pendekatan paling liberal terhadap mariyuana. Untuk saat ini, warga Thailand bisa menanam dan mengonsumsi tanaman ganja sebanyak mungkin, meski ada beberapa batasan mengenai cara penjualan.

"Satu hal yang jelas, Anda tidak lagi bisa dipenjara di Thailand karena menggunakan ganja," kata Tom Kruesopon, salah satu pengusaha perintis yang membantu meyakinkan pemerintah untuk mengubah pendekatan, dilansir dari BBC, Rabu (21/9/2022).

"Anda bisa dipenjara karena melakukan hal lain, seperti mengisap [ganja] di tempat umum, mengganggu ketertiban umum, atau menciptakan dan menjual produk dari mariyuana yang tidak mendapat persetujuan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan. Namun, Thailand adalah negara pertama di dunia yang tidak memenjarakan orang karena menanam atau menggunakan tanaman [ganja]," jelas Tom.

"Ini seperti mimpi bagi kami. Kami tidak pernah mengira kami bisa sejauh ini di Thailand," ujar Rattapon Sanrak, orang yang memulai kampanye legalisasi mariyuana setelah mengalami manfaat medisnya saat mengenyam pendidikan di Amerika Serikat.

Dua kakek-neneknya, ayahnya, dan kemudian ibu Rattapon meninggal akibat kanker. Saat kembali ke Thailand dari AS untuk merawat ibunya, dia mencoba membujuk sang ibu untuk menggunakan produk ganja untuk meringankan sakitnya. Upaya Rattapon gagal kala itu. Lagipula dia kesulitan mendapat akses ganja medis yang saat itu digolongkan sebagai zat ilegal.

Apa alasan Thailand melegalisasi ganja?

Lalu apa yang menyebabkan perubahan dramatis di negara pimpinan militer konservatif yang tampaknya tidak mungkin melegalisasi ganja? Sebagian alasannya adalah politik.

Menteri Kesehatan Masyarakat Thailand, Anutin Charnvirakul, adalah sosok di balik kebijakan ini. Dia mengadopsi kebijakan legalisasi ganja sebagai janji kampanyenya dalam pemilu 2019.

Baru-baru ini dia bahkan terlihat mencicipi hidangan kari berbumbu ganja seraya mendapat sanjungan dari para petani yang berharap tanaman ganja bisa mendatangkan uang.

Kantong kekuatan partai Anutin berada di kawasan timur laut Thailand yang tergolong miskin. Kebijakan legalisasi ganja memikat kaum petani yang hanya menggantungkan hidup dari bertani padi dan tebu. Mereka memerlukan pemasukan baru.

Melalui kebijakan itu, Anutin memenuhi janjinya. Dia meyakini manfaat medis dalam ganja sehingga harapannya adalah kaum miskin Thailand bisa menanam sendiri mariyuana sebagai sarana pengobatan ketimbang membayar obat kimia yang mahal.

Alasan lainnya tentu bisnis. Tom Kruesopon memperkirakan bisnis mariyuana bisa menghasilkan US$10 miliar (Rp148 triliun) dalam tiga tahun pertama. Jumlah itu bisa meningkat jika pemerintah menggencarkan wisata ganja, yaitu turis-turis yang sengaja datang ke Thailand untuk terapi dan pengobatan menggunakan mariyuana.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini