Share

Kerahkan 300 Ribu Tentara ke Ukraina, Presiden Putin Dinilai 'Panik'

Agregasi BBC Indonesia, · Kamis 22 September 2022 06:12 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 22 18 2672426 presiden-rusia-putin-akan-kerahkan-300-ribu-tentara-ke-ukraina-AgkkssoYOS.jpg Presiden Rusia, Vladimir Putin (foto: Reuters)

PRESIDEN Rusia, Vladimir Putin akan mengerahkan 300 ribu tentara ke Ukraina. Mobilisasi militer ini tidak dalam skala penuh. Saat ini, pasukan Rusia menghadapi operasi militer di barat, di garis depan sepanjang 1.000 kilometer di Ukraina.

"Saya kira penting untuk mendukung usul Kementerian Pertahanan untuk melakukan mobilisasi (militer), bukan dalam skala penuh, di Rusia. Saya ulangi: mobilisasi secara parsial. Hanya mereka yang terdaftar sebagai tentara cadangan yang akan dipanggil," kata Putin dalam pidato nasional, Kamis (22/9/2022).

 BACA JUGA:Putin Umumkan Mobilisasi Militer, 300 Ribu Tentara Cadangan Rusia Akan Dikirim ke Ukraina

"Prioritasnya adalah mereka yang pernah berdinas di angkatan bersenjata, punya pengalaman dan keterampilan militer," sambung Putin.

Sebelum dikirim ke medan-medan pertempuran, tentara cadangan ini akan menerima pelatihan. Putin menambahkan, dekrit mobilisasi militer secara parsial sudah ditandatangani.

 BACA JUGA:Putin Umumkan Mobilisasi Militer Parsial, Peringatkan Barat jika Rusia Punya Banyak Senjata untuk Membalas

Menurut Kementerian Pertahanan Rusia, ada sekitar dua juta tentara cadangan di negara tersebut. Beberapa laporan menyebutkan, jumlah yang dipanggil saat ini sekitar 300.000 personel.

Sementara itu sejumlah negara menyikapi pernyataan orang nomor satu di Rusia itu. Penasihat Presiden Ukraina, Mykhailo Podolyak, mengatakan, hasil perang Rusia di Ukraina tidak seperti yang diharapkan Moskow. Ia menggambarkan mobilisasi militer ini sebagai keputusan yang "sangat tidak populer".

Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte, sementara itu menyebut Presiden Putin "panik". Reaksi senada juga disampaikan oleh duta besar Amerika Serikat di Ukraina, Bridget Brink, yang menggambarkan keputusan Putin sebagai "tanda-tanda kelemahan Rusia".

Baca Juga: Salurkan BLT BBM kepada 20,65 Juta KPM, Ini Strategi Pos Indonesia

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini