Share

Pidato di Sidang Umum PBB, Joe Biden : Rusia Langgar Piagam PBB Tanpa Malu-Malu

Agregasi VOA, · Kamis 22 September 2022 07:35 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 22 18 2672441 pidato-di-sidang-umum-pbb-joe-biden-rusia-langgar-piagam-pbb-tanpa-malu-malu-OQN34ufRrV.jpg Presiden AS Joe Biden. (AP via VoA Indonesia)

NEW YORK — Dalam pidato Rabu (21/9/2022 di depan Majelis Umum PBB, Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden, yang ingin menggalang dukungan bagi Ukraina, mengatakan perang di negara tersebut merupakan penghinaan terhadap inti perjuangan PBB.

Dalam kecaman keras atas invasi Rusia ke Ukraina selama tujuh bulan terakhir, Biden mengatakan, laporan penganiayaan Rusia terhadap warga sipil di Ukraina “sepatutnya membuat Anda merasa sangat takut.”

Ia juga mengatakan, ancaman nuklir baru yang disampaikan Presiden Rusia Vladimir Putin kepada Eropa menunjukkan “ketidakpedulian yang gegabah” atas tanggung jawab Moskow sebagai penandatangan Perjanjian Non-Proliferasi Senjata Nuklir.

Ia mengkritik Rusia karena menjadwalkan “referendum palsu” pekan ini di wilayah Ukraina yang telah direbut secara paksa.

“Salah satu anggota tetap Dewan Keamanan PBB menginvasi negara tetangganya sendiri dan berusaha menghapus negara berdaulat itu dari peta. Rusia telah tanpa malu-malu melanggar prinsip utama Piagam PBB,” kata Biden di hadapan hadirin sidang, melansir VoA Indonesia.

Biden menyerukan seluruh negara, baik negara demokrasi maupun otokrasi, agar menentang invasi Rusia dan mendukung upaya Ukraina mempertahankan diri.

“Kita akan berdiri bersama dalam solidaritas untuk menentang agresi Rusia, titik,” ujarnya.

Pidato itu disampaikan ketika wilayah-wilayah Ukraina yang diduduki Rusia di sisi timur dan selatan mengumumkan rencana untuk menggelar referendum, yang didukung Kremlin, dalam beberapa hari ke depan untuk menentukan apakah akan menjadi bagian dari Rusia, seiring kemunduran yang dialami Moskow dalam invasinya.

Presiden Rusia Vladimir Putin pada hari Rabu mengumumkan langkah mobilisasi sebagian untuk menerjunkan 300.000 pasukan cadangan dan menuduh negara-negara Barat terlibat dalam aksi “pemerasan nuklir.”

Baca Juga: Salurkan BLT BBM kepada 20,65 Juta KPM, Ini Strategi Pos Indonesia

Kerawanan Pangan dan Krisis Iklim

Presiden Joe Biden juga menyoroti konsekuensi invasi Rusia ke Ukraina terhadap pasokan pangan dunia. Ia menjanjikan bantuan $2,9 miliar (sekitar Rp43,6 triliun) bagi bantuan ketahanan pangan dunia untuk mengatasi kelangkaan yang disebabkan oleh perang dan dampak perubahan iklim.

Ia memuji upaya yang ditengahi PBB untuk menciptakan sebuah koridor ekspor biji-bijian Ukraina melalui jalur laut dan menyerukan agar kesepakatan itu diteruskan meskipun konflik masih berlangsung.

Gedung Putih menyatakan, pendanaan untuk program ketahanan pangan dunia mencakup dana senilai $2 miliar (Rp30 triliun) dalam bentuk bantuan kemanusiaan langsung melalui Badan Pembangunan Internasional AS (USAID).

Sisa uang itu akan digunakan untuk proyek pembangunan global yang dimaksudkan untuk meningkatkan efisiensi dan ketahanan pasokan pangan global.

Tidak Mencari Konflik dengan China

Saat menjelaskan persaingan yang semakin sengit antara AS dan China, Biden mengatakan AS “tidak mencari konflik” dengan Beijing. Namun, ia menambahkan, AS akan “tidak malu-malu dalam mempromosikan visi kami tentang dunia yang bebas, terbuka, aman dan sejahtera.”

Biden juga menyinggung pamer kekuatan militer yang dilakukan China di hadapan Taiwan, sambil mengatakan bahwa AS “akan memimpin perjuangan resolusi konflik secara damai dengan menggunakan diplomasi kami,” termasuk di seluruh Selat Taiwan, dengan kembali menekankan bahwa AS tetap “menentang perubahan status quo secara sepihak oleh pihak mana pun.”

Selain mengenai Rusia, China dan isu kerawanan pangan, Biden membahas masalah hak asasi manusia di seluruh dunia dan mengatakan AS sangat mendukung unjuk rasa di Iran yang muncul beberapa hari terakhir pascakematian seorang perempuan berusia 22 tahun saat ditahan polisi moral Iran karena melanggar aturan berpakaian secara Islami yang diterapkan negara itu.

“Hari ini kita berdiri bersama masyarakat dan perempuan Iran yang pemberani, yang saat ini tengah berdemonstrasi untuk menyelematkan hak asasi mereka,” ungkapnya di hadapan majelis.

Presiden Biden juga secara eksplisit menyinggung pelanggaran HAM di China, Myanmar dan yang dilakukan Taliban dalam pidatonya, dengan mengatakan, “Amerika Serikat akan selalu mempromosikan hak asasi manusia dan nilai-nilai yang diabadikan dalam Piagam PBB di negara kami sendiri dan seluruh dunia.”

Pertemuan PBB tahun ini kembali digelar secara penuh dan tatap muka, setelah dua tahun terakhir dibatasi pandemi COVID-19.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini