Share

Presiden Ukraina Minta Hukuman yang Adil untuk Rusia, Bentuk Pengadilan Perang dan Rinci Kejahatan Perang Putin

Susi Susanti, Okezone · Kamis 22 September 2022 12:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 22 18 2672651 presiden-ukraina-minta-hukuman-yang-adil-untuk-rusia-bentuk-pengadilan-perang-dan-rinci-kejahatan-perang-putin-1sWEwqJ4Qs.jpg Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky berpidato melalui rekaman video di depan Majelis Umum PBB (Foto: AP)

UKRAINA - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan kepada Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (MU PBB) di New York jika Rusia harus menghadapi "hukuman yang adil" atas invasinya ke Ukraina.

Dalam video yang direkam sebelumnya, pemimpin Ukraina itu menyerukan pembentukan pengadilan perang khusus dan merinci dugaan kejahatan perang yang dilakukan Rusia.

Zelensky mengatakan pembentukan pengadilan khusus akan membantu meminta pertanggungjawaban Moskow karena mencuri wilayah dan membunuh ribuan orang.

Zelensky merinci tuduhan kejahatan perang di kota itu, termasuk terhadap satu orang yang dikatakan telah dikebiri dan dibunuh.

 Baca juga: Biden Kecam Ancaman Nuklir Putin, Desak Sekutu PBB Lawan Perang Rusia-Ukraina

"Mengapa militer Rusia begitu terobsesi dengan pengebirian?" tanyanya, dikutip BBC. Kata "hukuman" muncul sekitar 15 kali dalam pidato Zelensky, dan merupakan yang pertama dari lima syarat perdamaian yang tidak dapat dinegosiasikan.

Baca juga: Balas Serangan Ukraina, Rusia Dituding Padamkan Listrik di Ukraina Timur

Dia juga menetapkan "formula" perdamaian, termasuk lebih banyak dukungan militer dan untuk menghukum Rusia di panggung dunia.

Dia menegaskan Rusia harus menghadapi konsekuensi atas agresinya, melalui sanksi lebih lanjut dan dengan mencopot peran kuat Moskow sebagai anggota tetap Dewan Keamanan.

Baca Juga: Salurkan BLT BBM kepada 20,65 Juta KPM, Ini Strategi Pos Indonesia

Dia juga menyerukan agar kehidupan Ukraina dilindungi, dan perbatasan negara yang diakui secara internasional harus dihormati.

Sebagai syarat keempat dan kelima, ia menyerukan jaminan keamanan baru untuk Kyiv, dan agar dunia bersatu dalam menyerukan agresi bersenjata Moskow.

Pidatonya mendapat tepuk tangan meriah dari banyak peserta sesi.

Dalam sambutannya, Zelensky menuduh Rusia menyebabkan "turbulensi bencana" dengan "perang ilegalnya".

Dia berbicara pada hari yang sama ketika Presiden Rusia Vladimir Putin memanggil 300.000 tentara cadangan untuk bertugas, sebuah langkah yang memicu protes langka di jalan-jalan Rusia.

Zelensky mengatakan langkah itu menunjukkan musuhnya tidak serius tentang pembicaraan damai.

Dia mengutuk rencana yang diumumkan baru-baru ini di daerah-daerah yang diduduki Rusia di negaranya untuk mengadakan apa yang disebut referendum untuk bergabung dengan Rusia. Ini menjadi sebuah rencana yang dikecam oleh para pemimpin Barat di PBB pada Selasa (20/9/2022).

Presiden juga berbicara tentang penemuan 445 kuburan baru di Izyum, sebuah kota di timur laut yang baru-baru ini direbut kembali dari pasukan Rusia selama serangan balasan Ukraina.

Mengenakan kaos hijau khasnya dalam videonya, Zelensky berterima kasih kepada 101 negara di PBB yang memilih untuk mengizinkannya berpidato di depan majelis dalam sebuah video daripada tampil langsung di sidang tersebut.

Dalam pidato itu, dia juga mengecam tujuh negara termasuk Rusia yang memilih menentang penampilan videonya, dan mengkritik negara-negara yang tetap netral selama konflik.

Terlepas dari pernyataan Zelensky bahwa Rusia tidak serius tentang negosiasi, namun kedua negara diketahui menyelesaikan pertukaran besar tawanan perang pada Rabu (21/9/2022).

Sebanyak 215 pejuang dikembalikan ke pihak Ukraina, termasuk 10 orang asing. Sedangkan a Rusia menerima 55 tentara dan politisi pro-Rusia Viktor Medvechuk, yang menghadapi tuduhan makar di Ukraina.

Sementara itu, pada Rabu (21/9/2022), Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa (UE) Josep Borrell mengatakan negara-negara Uni Eropa telah setuju untuk menghukum Rusia dengan sanksi baru.

Borrel mengatakan kepada wartawan bahwa pembatasan baru akan menargetkan individu Rusia dan sektor ekonomi negara itu.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini