Share

Uni Eropa Tuding Putin Sembrono 'Mempermainkan' Nuklir dalam Perang Lawan Ukraina

Susi Susanti, Okezone · Kamis 22 September 2022 14:22 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 22 18 2672799 uni-eropa-tuding-putin-sembrono-mempermainkan-nuklir-dalam-perang-lawan-ukraina-6pUGHQrUTQ.jpg Perang Rusia-Ukraina (Foto: Reuters)

BRUSSELS - Eksekutif Uni Eropa (UE) menyebut langkah terbaru Presiden Rusia Vladimir Putin dalam perang melawan Ukraina menunjukkan keputusasaannya. Mereka juga menilai Putin telah menggunakan 'permainan' nuklir dengan sembrono untuk meningkatkan ketegangan.

"Ini hanyalah bukti lain bahwa Putin tidak tertarik pada perdamaian, bahwa dia tertarik untuk meningkatkan perang agresi ini," kata juru bicara kebijakan luar negeri Komisi Eropa Peter Stano dalam jumpa pers reguler, Rabu (21/9/2022), dikutip Antara.

Putin diketahui telah memerintahkan mobilisasi pertama Rusia sejak Perang Dunia II dan mendukung rencana untuk mencaplok sebagian besar Ukraina. Dia memperingatkan Barat dirinya tidak menggertak ketika dia mengatakan dia akan siap menggunakan senjata nuklir untuk membela Rusia.

Baca juga: Sebut Warga Ukraina Jadi Sasaran Kebiadaban, Paus: Berfikir Menggunakan Senjata Nuklir Adalah Kegilaan

"Ini juga merupakan tanda lain dari keputusasaannya dengan bagaimana agresinya terhadap Ukraina ... dia hanya tertarik untuk maju dan melanjutkan perang yang telah memiliki begitu banyak konsekuensi buruk di seluruh dunia," terangnya.

Baca juga: Putin Mobilisasi Militer Tambah Pasukan Perang, Para Pemuda Rusia Mulai Merasa Ketakutan

Stano mengatakan krisis pangan dan energi global didorong oleh perang Rusia dan bahwa "pertaruhan nuklir yang sangat berbahaya" oleh Putin dapat memicu lebih banyak konsekuensi bagi dunia.

Dia mengatakan 27 negara EU, serta para pemimpin internasional yang bertemu di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (MU PBB) di New York minggu ini sedang membahas reaksi bersama. Menurut dia, masyarakat internasional harus menekan Putin untuk "menghentikan perilaku sembrono seperti itu."

"Putin melakukan permainan nuklir. Dia menggunakan elemen nuklir sebagai bagian dari persenjataan terornya, itu tidak bisa diterima," lanjutnya.

Dia mengatakan akan ada "konsekuensi dari pihak kami" tetapi menolak mengumumkan sanksi baru terhadap Rusia.

Stano juga menegaskan bahwa "referendum ilegal dan palsu" yang didukung Moskow di wilayah Ukraina yang didudukinya, tidak akan diakui.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini