Share

Taliban Buka Kembali Sekolah Coding untuk Anak Perempuan, Sekolah Umum Belum Dibuka

Susi Susanti, Okezone · Kamis 22 September 2022 15:34 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 22 18 2672886 taliban-buka-kembali-sekolah-coding-untuk-anak-perempuan-sekolah-umum-belum-dibuka-pOhbjrEa6p.jpg Taliban kembali membuka sekolah coding untuk anak perempuan (Foto: AP)

KABUL - Pihak berwenang Taliban telah mengizinkan kembali sebuah sekolah non-pemerintah beroperasi kembali di Provinsi Herat. Di sekolah ini anak-anak perempuan dapat mempelajari sistem pengkodean komputer atau coding. Sekolah itu sempat ditutup setelah Taliban mengambil alih Afghanistan pada Agustus tahun lalu.

Menurut pendiri dan CEO Code to Inspire, Fereshteh Forough, lebih dari 350 siswa telah mendaftar di sekolah itu, tetapi hanya 200 orang yang akan diterima dalam program desain grafis selama satu tahun yang akan dimulai pada akhir September mendatang. Code to Inspire adalah lembaga swadaya masyarakat yang mengelola sekolah coding perempuan pertama di Afghanistan.

Baca juga:ย ย PBB Minta Taliban Buka Kembali Sekolah untuk Anak Perempuan Usai Ditutup 1 Tahun Tanpa Alasan Jelas

โ€œRata-rata siswa kami berusia 18-25 tahun,โ€ ujar Forough pada VOA, seraya menambahkan bahwa biaya bulanan yang mencapai USD60 per siswa akan dibayar oleh Code to Inspire.

Baca juga:ย PBB Tuduh Taliban Intimidasi dan Lecehkan Pegawai Wanita di Afghanistan

Meskipun sudah aktif di Afghanistan sejak 2015, namun lembaga tersebut harus memperbarui pendaftaran LSM itu pada rezim baru Taliban agar dapat terus beroperasi.

Dalam proses pembaruan izin tersebut, Forough mengatakan bahwa lembaganya banyak mengalami hambatan birokrasi. Namun mereka akhirnya berhasil mendapatkan izin kerja dan lisensi untuk membuka kembali fasilitas tersebut.

Pembukaan kembali sebuah sekolah adalah suatu perkembangan signifikan di negara tersebut karena akses pendidikan di kalangan anak perempuan mengalami kemunduran besar dalam setahun terakhir ini. Kendati demikian, pembukaan sekolah coding tersebut tidak menunjukkan perubahan kebijakan Taliban terhadap pendidikan bagi perempuan dan anak perempuan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini