Share

PM Kanada: Sikap Putin Menandakan Kegagalan Invasi Rusia di Ukraina

Susi Susanti, Okezone · Kamis 22 September 2022 17:45 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 22 18 2673021 pm-kanada-sikap-putin-menandakan-kegagalan-invasi-rusia-di-ukraina-SJhEsptvkz.jpg PM Kanada Justin Trudeau (Foto: Reuters)

OTTAWA - Perdana Menteri (PM) Kanada Justin Trudeau pada Rabu (21/9/2022) mengutuk pengumuman Presiden Rusia Vladimir Putin untuk melakukan mobilisasi militer dan ancaman untuk menggunakan senjata nuklir menunjukkan bahwa invasi di Ukraina telah menemui kegagalan.

"Kanada mengutuk eskalasi perang Putin yang tidak bertanggung jawab, mobilisasi militer, ancaman nuklir, serta referendum tergesa-gesa Rusia untuk mencoba mencaplok wilayah Ukraina adalah hal yang tidak dapat diterima," kata Trudeau kepada wartawan di New York saat menghadiri Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (MU PBB), dikutip Antara.

 Baca juga: Puji Tentara Sebagai Pahlawan, Putin Tekankan Pentingnya Melindungi Kedaulatan Rusia

"Perilaku Putin hanya menunjukkan bahwa invasinya gagal," lanjutnya.

Sebelumnya, dalam pidato yang disiarkan televisi pada Rabu (21/9/2022), Putin mengumumkan mobilisasi masa perang pertama Rusia sejak Perang Dunia Kedua dan berencana untuk mencaplok bagian dari wilayah Ukraina. Dia juga mengancam akan menggunakan senjata nuklir untuk membela Rusia, dengan menyatakan: "Ini bukan gertakan".

 Baca juga: Putin Mobilisasi Militer Tambah Pasukan Perang, Para Pemuda Rusia Mulai Merasa Ketakutan

Trudeau menegaskan, perintah wajib militer Putin sebenarnya selangkah lebih dekat untuk mengakui apa yang tidak ingin dia akui, bahwa semua rencana Rusia tidak sesuai dengan rencananya.

Trudeau mengatakan ancaman senjata nuklir perlu ditanggapi dengan serius dan sekutu Barat harus "berdiri sangat tegas melawan" mereka.

"Kanada akan terus mendukung upaya Kiev dengan memperkuat sanksinya terhadap Rusia dan mengirimkan bantuan militer ke Ukraina," katanya.

Seperti diketahui, Moskow menyebut tindakannya di Ukraina sebagai "operasi militer khusus" untuk "melucuti senjata" tetangganya dan membasmi nasionalis berbahaya. Sementara pihak Barat mengatakan itu adalah perampasan tanah dan upaya untuk merebut kembali negara yang melepaskan diri dari pemerintahan Moskow sejak runtuhnya Uni Soviet pada 1991.

Pidato Putin menyusul bertambahnya korban dan kegagalan di medan perang bagi pasukan Rusia, karena telah diusir dari daerah yang mereka kuasai di timur laut Ukraina dalam serangan balasan Ukraina bulan ini dan kegagalan di wilayah selatan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini