Share

Usut Korupsi Pembangunan RSUD Pasaman Barat, Mantan Bupati Diperiksa Kejari

Jefli Oktari, MNC Portal · Kamis 22 September 2022 06:37 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 22 340 2672433 usut-korupsi-pembangunan-rsud-pasaman-barat-mantan-bupati-diperiksa-kejari-i6d9bdFMPV.jpeg Kejari Pasaman Barat. (Foto: Antara)

PASAMAN BARAT - Mantan Bupati Pasaman Barat inisial Y memenuhi panggilan penyidik Kejaksaan Negeri setempat sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi RSUD tahun anggaran 2018-2020. Kedatangan Y di kantor Kejaksaan Negeri Pasaman Barat sekitar pukul 10.00 WIB, Rabu 21 September 2022.

โ€œBenar, penyidik Kejaksaan Negeri Pasaman Barat telah memangil mantan Bupati Pasaman Barat Y sebagai saksi," kata Kepala Kejaksaan Negeri Pasaman Barat Ginanjar Cahya Permana.

ย 

Dia mengatakan, penyidik melakukan pemeriksaan meraton terkait kasus korupsi pembangunan RSUD. Pemeriksaan bakal dilanjutkan hari ini, Kamis (22/9/2022).

Sebelumnya, nama Mantan bupati dan mantan Sekda disebut-sebut dalam kasus dugaan korupsi pembangunan RSUD Pasaman Barat tahun anggaran 2018-2020.

"Memang ada beberapa saksi yang menyebut nama mereka (mantan bupati dan mantan sekda)," kata Ginanjar.

Menurutnya, kedua nama tersebut disebut terkait dengan penandatanganan bobot pekerjaan yang tidak sesuai dengan spesifikasi.

"Atau bahkan keterlibatan yang lain dan hal tersebut harus kami klarifikasi kepada pihak-pihak tersebut namun sekarang masih dalam proses," ujar dia.

Pihaknya mengaku untuk sementara pihak-pihak terkait sudah dilakukan pemanggilan sebagai saksi.

"Untuk mantan Sekda inisial YD dan orang dekat almarhum Bupati inisial IP dan mantan bupati Y dipanggil pada tanggal 9 september 2022," sebut dia.

Sedangkan yang menghadiri panggilan pada tanggal tersebut, imbuh dia, yaitu mantan Sekda YD dan IP saja.

"Sedangkan untuk mantan bupati Y tidak hadir dan dijadwalkan ulang pemanggilan pada hari Rabu minggu ini tepatnya tanggal 21 September 2022," tuturnya.

Sebelumnya, dua orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi RSUD Pasbar tahun 2018-2020 mengembalikan uang suap atau gratifikasi sebesar Rp370 juta, Jumat, 16 September 2022.

Ginanjar Cahya Permana mengatakan bahwa kedua tersangka yang mengembalikan yakni anggota Kelompok Kerja (Pokja) inisial AS dan YE.

"Pengembalian uang suap itu dari pihak keluarga kedua tersangka melalui pengacaranya. Uang gratifikasi yang telah diterima para tersangka," ujar dia.

Pihaknya menegaskan bahwa penyidik Kejari Pasbar sampai dengan saat ini masih terus berupaya mengembalikan seluruh kerugian negara yang timbul dari pembangunan RSUD Pasbar.

"Untuk selanjutnya uang sebesar Rp370 juta oleh Penyidik langsung dititipkan di rekening kejaksaan untuk dijadikan sebagai barang bukti," kata dia.

Sampai saat ini, imbuh dia, total hasil suap atau gratifikasi yang disita adalah Rp4.270.000.000

"Bahwa pengembalian uang suap tersebut khusus untuk suap atau gratifikasi sedangkan untuk kerugian fisik masih Rp20 miliar dan sampai dengan saat ini masih menunggu niat baik dari yang terlibat untuk pengembalian sebelum dilakukan upaya paksa," tegas Kajari.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini