Share

Kisah Pencurian Lukisan Seharga Rp52,2 Miliar yang Menggemparkan London dan Berujung Difilmkan

Tim Okezone, Okezone · Sabtu 24 September 2022 06:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 23 18 2673655 kisah-pencurian-lukisan-seharga-rp52-2-miliar-yang-menggemparkan-london-dan-berujung-difilmkan-lrrmow2cRF.JPG Cristopher Bunton dengan lukisan Goya yang sempat dicuri kakeknya/Foto: BBC

JAKARTA - Christopher Bunton adalah cucu dari seorang pencuri lukisan terkenal karya seniman asal Spanyol, Fransisco Goya, yang berjudul Portrait of the Duke of Wellington. Dia mencurinya dari Galeri Nasional London.

Enam dekade setelah satu-satunya perampokan di museum seni London itu, Christopher Bunton, cucu sang pencuri, akhirnya mengungkapkan kisah lengkap mengenai apa yang sebenarnya terjadi.

 BACA JUGA: Polri Pastikan Tidak Ada Kakak Asuh yang Bikin Ferdy Sambo Percaya Diri

Ayahnya memberitahunya soal pencurain itu ketika Christopher berusia 14 tahun. Christopher lantas melakukan penelitian lebih lanjut dan mengajukan ide untuk membuat film.

"Saya merasa banyak informasi yang dirilis ke publik itu akurat, tetapi kebanyakan adalah spekulasi dan sedikit tidak adil bagi kakek saya," ucapnya, seperti dilansir dari BBC, Jumat (23/9/2022).

Lukisan Duke of Wellington, kata Christopher, diambil dari Galeri Nasional London dan diletakkan di rumah kakeknya di Newcastle, Inggris, selama empat setengah tahun.

"Ini adalah berita yang luar biasa, tapi bagi saya yang penting adalah memasukkan sudut pandang keluarga saya dalam cerita dan faktor-faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan kakek-nenek saya.

 BACA JUGA:4 Sikap KY soal Hakim Agung Sudrajad Dimyati Jadi Tersangka Suap

"Ini benar-benar tentang drama keluarga dan perjuangan kelas pekerja," ujarnya.

Peristiwa tersebut menjadi inspirasi bagi sutradara Roger Michell untuk membuat film The Duke yang dibintangi Jim Broadbent dan Helen Mirren.

Pahlawan dari cerita ini adalah kakeknya Christopher, Kempton Bunton. Ayah dari lima anak itu dikeluarkan dari sekolah saat berusia 13 tahun. Sejak saat itu dia bekerja serabutan. Dia pernah bekerja sebagai supir taksi.

“Terlepas dari segala kekurangannya, dia adalah laki-laki yang baik dan mau melakukan yang terbaik demi keluarganya, tapi dia juga mau menolong orang-orang yang membutuhkan bantuan,” kata Bunton.

Salah satu kemarahan kakek Christopher mengarah ke BBC. Lebih dari sekali dia menolak membayar lisensi atau pajak yang ada di negaranya untuk menonton saluran televisi dari jaringan Inggris itu.

"Saya yakin bahwa televisi adalah obat kesepian bagi para pensiunan dan veteran perang, dan pada saat itu tidak banyak pilihan bagi orang-orang yang terisolasi dan sendirian.

"Kakek saya menyadari nilai dari BBC, jadi dia merasa BBC harus tersedia tanpa biaya untuk semua orang yang membutuhkannya, dan pencurian itu adalah bagian dari kampanyenya untuk memberikan lisensi TV gratis kepada para pensiunan," ujar Christopher.

Pada masa itu, lukisan Portrait of the Duke of Wellington menjadi berita besar ketika Charles Bierer Wrightsman, seorang raja minyak dan kolektor seni asal Amerika Serikat, membelinya di pelelangan seharga US$390.000 (sekitar Rp52,2 miliar dalam kurs hari ini). Dia juga berencana membawa lukisan itu dari Inggris ke AS.

Pemerintah Inggris memutuskan untuk membeli karya itu dengan harga yang sama demi mencegah lukisan itu keluar dari Inggris. Hasilnya, karya itu tiba di Galeri Nasional London lebih dari seminggu kemudian.

Lukisan itu menjadi sangat berharga, sehingga setelah mencurinya, Kempton Bunton menuntut agar £140.000 (sekitar Rp2,5 miliar dalam kurs hari ini) disumbangkan untuk membayar lisensi TV bagi orang miskin dan agar mereka diberikan amnesti kepada mereka yang dipenjara akibat tidak membayar lisensi.

Permintaan itu diabaikan. Lukisan itu dikembalikan pada 1965 oleh perampok itu sendiri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini