Share

Jalan Keluar Konflik Berkepanjangan, PM Israel Dukung Solusi 2 Negara dengan Palestina

Susi Susanti, Okezone · Jum'at 23 September 2022 16:06 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 23 18 2673687 jalan-keluar-konflik-berkepanjangan-pm-israel-dukung-solusi-2-negara-dengan-palestina-ekYy3ZAIWZ.jpg PM Israel Yair Lapid (Foto: AFP)

NEW YORK - Perdana Menteri (PM) Israel Yair Lapid pada Kamis (22/9/2022) menyerukan agar solusi dua negara menjadi jalan keluar konflik Israel-Palestina selama puluhan tahun. Lapid juga kembali menegaskan bahwa Israel akan melakukan “apa pun yang diperlukan” untuk menghentikan Iran mengembangkan bom nuklir.

Ini merupakan penyebutan solusi dua negara yang pertama kalinya dilakukan oleh seorang pemimpin Israel di sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (MU PBB). Dia menegaskan dukungan Presiden AS Joe Biden di Israel pada Agustus lalu atas proposal yang sudah lama tidak dibahas itu.

Baca juga:  Presiden Palestina Tuduh Pembantaian '50 Holocaust', Israel dan Jerman Marah

“Kesepakatan dengan Palestina, berdasarkan dua negara untuk dua bangsa, adalah hal yang tepat demi keamanan Israel, ekonomi Israel dan demi masa depan anak-anak kita,” terangnya, dikutip VOA.

Baca juga: Paska Serangan Balasan, Israel Umumkan Situasi Khusus di Gaza

Ia menambahkan, kesepakatan apa pun akan dikondisikan pada negara Palestina yang damai yang tidak akan mengancam Israel.

Lapid menyampaikan pernyataan itu kurang dari enam minggu sebelum digelarnya pemilihan umum 1 November mendatang yang dapat dimenangkan oleh mantan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dari sayap kanan, yang justru sudah lama menentang solusi dua negara.

Baca Juga: Tidak Hanya Berantas Pencurian Ikan, Ini Bukti Nyata Ketegasan KKP

Dalam pidatonya itu, Lapid kembali mengecam Iran dan menyuarakan tekad Israel untuk mencegah musuh lamanya itu mendapatkan senjata nuklir.

“Satu-satunya cara untuk mencegah Iran memperoleh senjata nuklir adalah dengan menunjukkan ancaman militer yang kredibel,” katanya. “Kami punya kemampuan dan kami tidak takut menggunakannya,” lanjutnya.

Diyakini oleh banyak pihak memiliki satu-satunya senjata nuklir di Timur Tengah, Israel menganggap Iran sebagai ancaman eksistensial. Teheran sendiri membantah bahwa mereka mencoba mengembangkan senjata nuklir.

Seperti diketahui, Israel mencaplok wilayah Yerusalem Timur, Tepi Barat dan Gaza – wilayah yang diharapkan Palestina sebagai wilayah negara independennya kelak – dalam sebuah perang Timur Tengah tahun 1967. Perundingan antara Israel dan Palestina yang ditengahi AS berakhir gagal pada 2014.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini