Share

Musim Hujan, BPBD Batu Siapkan Mitigasi Penanganan Bencana Hidrometeorologi

Avirista Midaada, Okezone · Jum'at 23 September 2022 13:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 23 519 2673364 musim-hujan-bpbd-batu-siapkan-mitigasi-penanganan-bencana-hidrometeorologi-BFydAjRav2.jpg Musim hujan, BPBD Kota Batu menyiapkan mitigasi penanganan bencana hidrometeorologi. (Dok BPBD Batu)

KOTA BATU - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu mengintensifkan mitigasi pencegahan bencana di desa-desa. Langkah ini dilakukan seiring mulai masuknya musim hujan mulai pertengahan September hingga awal Oktober sebagaimana prediksi BMKG.

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Batu Achmad Choirur Rochim menjelaskan, pihaknya telah mengaktifkan kembali forum mitigasi bencana di desa-desa menjelang musim hujan. Di forum mitigasi itu disampaikan beberapa kemungkinan potensi bencana alam baru yang muncul.

"Makanya menjelang musim hujan kami aktifkan mereka. Makanya kami berkeliling ke desa ke mana terkait bagaimana mengoordinasikan mereka supaya satu visi, untuk merespons ancaman di musim hujan. Supaya penanganannya bisa efektif, terpadu, terkoordinasi," ucap Rochim ditemui di Kota Batu, pada Jumat pagi (23/9/2022).

Sejauh ini BPBD Kota Batu telah memetakan potensi bencana banjir dan longsor yang ada di Kota Batu. Pada bencana banjir misalnya Kecamatan Bumiaji masih menjadi perhatian BPBD, pasca banjir bandang yang terjadi November 2021.

Sedangkan untuk bencana longsor Jalan Raya Payung yang menghubungkan Kota Batu dengan Pujon, Kabupaten Malang, masih menjadi ancaman. Terlebih akses ini juga menjadi jalan raya provinsi yang menghubungkan beberapa daerah.

"Payung yang berkaitan dengan berdampak terhadap akses masyarakat beraktivitas menganggu jalan. Kemudian kalau ada permukimannya di Gunungsari. Sumberbrantas, Tulungrejo, ini kan menjadi perhatian," tuturnya.

Sementara itu untuk mengantisipasi potensi bencana banjir bandang seperti tahun lalu, BPBD Kota Batu juga menambah alat peringatan dini atau Early Warning System (EWS) dari sebelumnya di tahun 2021 berjumlah 11 unit. Termasuk di antaranya pengecekan alat-alat EWS yang terpasang tersebut.

"Alhamdulillah satu bulan terakhir kita lakukan pengecekan juga, Insya Allah dalam kondisi berfungsi semua. (Khusus jumlah EWS) Tahun ini ada tambahan, tapi lupa, tapi Insya Allah ada tambahan," tuturnya.

Baca Juga: Tidak Hanya Berantas Pencurian Ikan, Ini Bukti Nyata Ketegasan KKP

Pihaknya juga tengah membangun komunikasi dengan sejumlah stakeholder terkait kebencanaan baik dari Basarnas, kepolisian, TNI, Tagana, hingga relawan, agar ketika bencana datang bisa lebih terpadu dan efektif dalam penanganannya.

"Yang perlu diperbaiki di sisi koordinasinya supaya terpadu, efektif, tidak berlebih sumber daya ketika menangani bencana, bisa diatur. Yang kami di awal-awal musim hujan kami mengoordinasikan itu," ujarnya.

"Kadang kalau ada kejadian semua datang tapi akhirnya nggak terlalu banyak sumber daya di lokasi, ini kami komunikasikan bagaimana mengatur biar tepat kebutuhan, tepat jumlahnya. Ini yang perlu kita komunikasikan," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini