Share

Pemkab Garut Berlakukan Masa Tanggap Darurat Bencana 7 Hari

Fani Ferdiansyah, Koran Sindo · Jum'at 23 September 2022 21:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 23 525 2673885 pemkab-garut-berlakukan-masa-tanggap-darurat-bencana-7-hari-DNloYls9nf.jpg Wabup Garut Helmi Budiman berkunjung ke lokasi bencana di Desa Mandalakasih (Foto: Fani Ferdiansyah)

GARUT - Wakil Bupati Garut Helmi Budiman menyatakan, Pemkab Garut memberlakukan masa tanggap darurat selama tujuh hari di penanganan banjir dan longsor kawasan Garut Selatan. Wabup Garut memastikan warga dan para korban bencana akan mendapatkan bantuan.

"Tanggap darurat selama tujuh hari agar kita leluasa dalam menangani. Warga yang mengungsi membutuhkan alat untuk tidur, makanan dan lainnya," kata Helmi Budiman, saat meninjau lokasi bencana di wilayah Cisompet, Jumat (23/9/2022).

Pemkab Garut menjamin pasokan makanan untuk masyarakat terdampak. Salah satu lokasi yang terdampak parah adalah di wilayah Desa Paas, Kecamatan Pameungpeuk. Helmi Budiman mengatakan pemerintah dan instansi terkait masih melakukan pendataan terhadap infrastruktur terdampak, khususnya yang rusak akibat bencana.

BACA JUGA:Longsor Landa Garut Selatan, Sejumlah Ruas Jalan Terputus 

Dari pemantauan yang dilakukan, sejumlah kecamatan di Garut Selatan mengalami bencana dalam waktu bersamaan.

"Di Kecamatan Cisompet kemudian Singajaya itu longsor, kalau di Pameungpeuk banjir. Banjir di Pameungpeuk lebih besar dari banjir yang pernah terjadi pada 2020 lalu," ujarnya.

 

Beberapa ruas jalan, lanjut dia, terdampak longsor seperti tertutup material tanah dan ambles. Di Kecamatan Singajaya, jalan penghubung dua kecamatan, Singajaya-Cihurip, ambles sepanjang 35 meter.

"Kalau di Cisompet ada jembatan putus yaitu Jembatan Haurkoneng. Ini sedang didata dalam masa tanggap darurat," kata Helmi Budiman.

BACA JUGA:9 Orang Jadi Tersangka Kasus Rentenir Robohkan Rumah Warga Garut, Ini Perannya 

Baca Juga: Wujudkan Indonesia Sehat 2025, Lifebuoy dan Halodoc Berkolaborasi Berikan Akses Layanan Kesehatan Gratis

Wabup Garut menambahkan, pihak terkait sedang membersihkan sarana dan fasilitas umum yang sempat terendam banjir.

"Ada sekolah yang terendam juga. Mudah-mudahan dalam dua hari segera selesai, sudah bersih dan bisa digunakan kembali," ucapnya.

Ia juga menyampaikan belasungkawa terhadap seorang warga di Kecamatan Cisompet yang meninggal dalam peristiwa bencana Kamis 22 September 2022 malam. Ungkapan duka cita itu disampaikan Wabup Garut, saat berkunjung dan memberikan santunan ke rumah keluarga korban di Kampung Cibitung, Desa Sukamukti, Kecamatan Cisompet, Jumat siang.

"Kita doakan agar korban yang dirawat segera sehat kembali, yang meninggal agar diterima iman Islamnya," tuturnya.

Sebelumnya, dua orang warga di Kampung Cibitung, Cisompet, bernama Pardi (70) dan Iyom (64) menjadi korban bencana longsor pada Kamis malam sekira pukul 22.15 WIB. Keduanya merupakan sepasang suami istri yang menempati rumah di bawah tebing.

Korban meninggal bernama Iyom, sementara suaminya mengalami luka akibat tertimpa lemari. Kondisi Pardi setidaknya masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Pameungpeuk.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini