Share

Rektor UGM Sedih Prof Sumekto Berpulang: Beliau Sosok Senior yang Langka

Erfan Erlin, iNews · Sabtu 24 September 2022 21:32 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 24 510 2674320 rektor-ugm-sedih-prof-sumekto-berpulang-beliau-sosok-senior-yang-langka-JPm4kmx9mq.jpg

YOGYAKARTA - Guru Besar UGM Prof Samekto Wibowo telah berpulang. UGM kehilangan sosok yang selama ini mumpuni dalam bidang Biologi khususnya syaraf dan otot. Bahkan Samekto sempat mengembangkan obat suplemen untuk mendukung kesehatan syaraf dan otot, bersama banyak staff muda.

Rektor UGM Prof Ova Emilia menuturkan Prof Samekto merupakan guru besarnya sehingga dirinya memiliki kedekatan sebagai seniornya. Prof Samekto meripakan sosok yang aktif berkarya di bidang Biologi khususnya syaraf dan otot.

"Beliau adalah senior langka dan jarang ditemukan beliau dekat dengan siapapun," tuturnya.

Ova mengaku dekat dengan Prof.Samekto, karena almarhum juga merupakan salah satu guru Ova semasa masih menjadi mahasiswa. Almarhum selama ini berkarya di Departemen Ilmu Penyakit Syaraf dan sangat telaten. Dengan semua mahasiswa, almarhum rajin mengajari, beliau rajin untuk meneliti.

Menurutnya Prof Samekto segan-segan membimbing, memberi masukan, sangat rendah hati dan tidak segan berbagi ilmu dengan peneliti muda. Karena Prof Samekto terkenal sebagai orang baik yang mendidik dan mendorong orang muda staff muda untuk berkembang

"Kami sangat kehilangan karena peristiwa ini,"ujar dia.

Kepala Bagian Humas dan Protokol UGM Dina W Kariodimedjo menambahkan almarhum juga menjabat sebagai Ketua Tim Sel Punca UGM. Dan Di masa merebaknya pandemi Covid-19, kali terakhir Prof Samekto dan timnya di FKKMK bekerja sama dengan RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, mengembangkan terobosan baru dalam terapi pasien Covid-19.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

"Beliau memberikan terapi dengan menerapkan penggunaan sel punca (stem cell), pada pasien Covid-19 derajat berat"ujar dia.

Bahkan lanjutnya, pemberian stem cell pada pasien Covid-19 derajat berat di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta itu, telah mendapat izin dari BPOM serta telah masuk dalam standar terapi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan.

Sebenarnya Prof Samekto sudah memasuki masa pensiun. Dan semasa hidup Prof.Samekto terus mengembangkan obat suplemen syaraf dan otot. Walau sudah pensiun masih sangat aktif dan tune in dengan keilmuan

"Goals itu terus coba almarhum raih bersama para peneliti dan staff muda di residen," tambah Ova

Ia juga membenarkan bahwa almarhum aktif pula mengembangkan terapi sel punca, yang bisa diterapkan pada otot, degenerasi syaraf. Sel punca bisa digunakan sebagai terapi suportif untuk mengurangi kejadian atau berkembangnya suatu penyakit menjadi lebih berat lagi.

"Beliau adalah senior yang suportif dan terbuka, maka kami kehilangan sekali," ucapnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini