Share

Ridwan Kamil Nyatakan Siap Berbaju Parpol Tahun Ini

Agung Bakti Sarasa, Koran Sindo · Kamis 29 September 2022 18:59 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 29 525 2677686 ridwan-kamil-nyatakan-siap-berbaju-parpol-tahun-ini-EpAtInxxK8.jpg Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (Foto: Pemprov Jabar)

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil angkat bicara menyikapi kabar terkait rencananya bergabung dengan partai politik (parpol).

Diketahui, kabar terakhir menyebutkan bahwa orang nomor satu di Jabar itu akan segera berbaju parpol Desember 2022. Meski begitu, Kang Emil, sapaan akrabnya, belum mau mengonformasi waktu pasti dirinya bergabung dengan parpol.

"Ya nanti dikabari lah, diumumkan. Masih di tahun ini," katanya di Bandung, Kamis (29/9/2022).

Lebih lanjut Kang Emil mengakui, hingga kini, dirinya belum bisa menyebutkan parpol mana yang akan dipilihnya.

Dia beralasan, banyak pertimbangan yang harus dilakukan sebelum memilih parpol mengingat banyaknya dinamika politik jelang tahun politik 2024 mendatang.

"Dinamikanya banyak sekali," ujarnya.

Disinggung tentang pertemuannya dengan Anggota Watimpres yang juga senior Partai Golkar, Agung Laksono, Kang Emil memastikan bahwa pertemuan tersebut tak ada kaitannya dengan karier politiknya.

"Lebih tepatnya saya dapat nasihat agar lebih berprestasi dalam pembangunan. Kalau karier politik mah nanti menyesuaikan dengan prestasi yang ditampilkan," jelas Kang Emil menyebutkan isi pertemuannya dengan Agung Laksono.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Sementara itu, Ridwan Kamil juga disebut sebagai sosok yang paling disukai oleh pemilih muda dalam bursa Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Hal ini tergambar dari hasil survei Centre for Strategic and International Studies (CSIS) pada pemilih muda usia 17-39 tahun yang digelar 8-13 Agustus 2022 lalu.

Dalam survei 14 nama tokoh-tokoh nasional dan daerah yang berpotensi meramaikan Pilpres 2024, Ridwan Kamil berada di urutan pertama dengan perolehan suara hingga 92,2 persen. Disusul Ganjar Pranowo 89,9 persen, Andika Perkasa 88,3 persen, dan Sandiaga Uno 88,5 persen.

Kepala Departemen Politik dan Perubahan CSIS, Arya Fernandes mengatakan, dalam hasil survei ini, Ridwan Kamil bisa diperhitungkan untuk digandeng sebagai calon wakil presiden (cawapres) di Pilpres 2024. Sebab, pemilih muda banyak yang menyukai sosok orang nomor satu di Jabar itu.

"Kalkulasi politik saat ini yang paling memungkinkan (Ridwan Kamil) sebagai cawapres karena namanya bertengger sebagai yang terbesar," ujar Arya, Kamis (29/9/2022).

Survei simulasi pemilih muda ini dilakukan dengan menyodorkan 14 nama dan mengerucut di tujuh nama. Hasilnya, nama Ridwan Kamil mengungguli Ganjar Pranowo, Prabowo, dan Anies Baswedan.

"Beliau (Ridwan Kamil) memang punya potensi dilirik sebagai cawapres potensial. Kami memang gak mencari tahu kenapa orang suka dan tidak suka. Kami hanya tanya soal popularitas dan kesuksesan," ucapnya.

Selain kesukaan, dalam survei ini, Ridwan Kamil juga memiliki popularitas yang cukup baik. Nama Ridwan Kamil masuk di urutan ke tiga dari tujuh besar dengan popularitas yang tinggi dan mengalahkan beberapa tokoh nasional lainnya.

Adapun tingkat popularitas di urutan pertama yakni Prabowo Subianto 96,9 persen disusul Anies Baswedan 91,0 persen, Ridwan Kamil 85,4 persen, dan Sandiaga Uno 84,4 persen.

Arya juga mengatakan, dengan popularitas dan kesukaan pemilih muda yang tergolong tinggi, Ridwan Kamil harus segera memiliki kendaraan politik untuk melangkah di Pilpres 2024.

"Tentu pilihan untuk menjadi kader partai politik hal yang strategis. Karena, ini untuk meningkatkan peluang dia (Ridwan Kamil) bisa mencalonkan sebagai cawapres 2024," tegasnya.

Disinggung soal potensi Ridwan Kamil untuk maju dalam Pilgub DKI Jakarta, Arya menjelaskan, hal itu juga bisa menjadi pilihan Ridwan Kamil. Akan tetapi, kata dia, semua potensi itu kembali pada perhitungan politik Ridwan Kamil.

"Ini tergantung hitungan politik Kang Emil karena kalau sebagai cawapres potensi ada dan saya kira tentu akan dikirim cawapres potensial karena ada basis kuat di Jabar. Di DKI Jakarta juga potensial karena relatif tidak ada tokoh populer kuat di DKI Jakarta," katanya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini