Share

Ratusan Orang Tewas di Stadion Kanjuruhan, Perindo DIY: Tidak Ada Sepakbola Seharga Nyawa!

Fahmi Firdaus , Okezone · Minggu 02 Oktober 2022 12:50 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 02 510 2679099 ratusan-orang-tewas-di-stadion-kanjuruhan-perindo-diy-tidak-ada-sepakbola-seharga-nyawa-WJz5roGm4L.jpg Foto: Antara

YOGYAKARTA – Laga BRI Liga 1 pekan ke sebelas yang mempertemukan Arema FC dan Persebaya FC diwarnai bentrokan di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Sabtu, (1/10/2022).

(Baca juga: Tembakan Gas Air Mata Bertubi-tubi Polisi Berujung 127 Orang Tewas, Ini Pembelaan Jenderal Nico)

Ratusan orang meninggal dunia karena peristiwa tersebut. Selain supporter yang menjadi korban, dua polisi juga ikut tewas. Korban tewas umumnya terkena gas air mata.

Ketua DPW Perindo DIY Yuni Astuti mengucapan duka belasungkawa atas tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang. Menurutnya, hal itu sangat memilukan di tengah kondisi persepakbolaan Indonesia yang baru mulai bangkit pasca pandemi Covid-19.

"Turut berduka cita dan prihatin yang mendalam atas tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan dini hari tadi. Ucapan belasungkawa saya sampaikan kepada keluarga korban baik itu suporter maupun anggota kepolisian yang meninggal dunia dalam peristiwa tersebut," ucap Yuni Astuti, Minggu (2/10/2022).

"Tidak ada sepakbola yang seharga nyawa. Kiranya ungkapan ini harus direnungkan oleh banyak pihak agar kejadian serupa tak lagi terjadi," sambung Yuni.

Yuni Astuti menjabarkan jika kompetisi yang diadakan ini mengandung niat baik yaitu agar muncul bibit-bibit pesepakbola handal dari Indonesia. Ke depan, dari kompetisi yang digelar PSSI ini diharapkan bisa membentuk timnas yang kuat dan berprestasi di kancah dunia.

Oleh karena itu, dia meminta agar peristiwa serupa tak terjadi lagi di masa mendatang. Untuk itu, kata Yuni Astuti perlu masukan, perbaikan dan kerja keras dari banyak pihak agar tragedi seperti di Stadion Kanjuruhan tak terjadi lagi.

"Sepakbola adalah olahraga yang sangat populer di dunia termasuk di Indonesia. Antusiasme dan fanatisme para penggemar sepakbola di Indonesia ini tidaklah diragukan lagi," ungkap Yuni Astuti.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

"Tata kelola pertandingan dan kompetisi sepakbola ke depannya harus lebih baik lagi agar tragedi seperti di Stadion Kanjuruhan tak lagi terulang. Semoga tragedi semacam ini tak lagi terjadi," sambung kader Pemuda Pancasila DIY ini.

Dia menyarankan agar penyelenggara untuk menghentikan kompetisi untuk sementara waktu agar ada intropeksi bersama. "Pengelola kompetisi dan PSSI sebaiknya menghentikan Liga untuk sementara waktu untuk melakukan evaluasi dan perbaikan," pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini