Share

Diduga Diretas, Akun Polsek Srandakan Komentari Tragedi Kanjuruhan dengan Kata Tak Pantas

Yohanes Demo, MNC Portal · Minggu 02 Oktober 2022 15:56 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 02 510 2679164 diduga-diretas-akun-polsek-srandakan-komentari-tragedi-kanjuruhan-dengan-kata-tak-pantas-goH4QmiDdc.jpg Ilustrasi (Foto: news24)

BANTUL - Akun media sosial Polsek Srandakan @polseksrandakan diduga diretas orang tak dikenal. Akun resmi divisi humas Polsek Srandakan mengomentari postingan terkait insiden kericuhan suporter Arema dengan kata-kata kurang pantas.

Ada sekitar 3 tweet yang ditinggalkan akun @polseksrandakan di kolom komentar pengguna lain. Bermula dari akun Twitter @akmalmarhali20 memposting video yang memperlihatkan suasana tribun penonton dipenuhi asap gas air mata.

BACA JUGA:Tangis Histeris Ibu Korban Tewas Tragedi Kanjuruhan, Anaknya Sempat Tolong Suporter yang Pingsan 

Dari postingan itu, akun Twitter @polseksrandakan ikut berkomentar dengan kata yang tidak sepantasnya.

"Modyarrr (mampus)," tulis akun @polseksrandakan di kolom komentar pada hari Minggu (02/10/2022) sekira pukul 03.27 WIB.

"Salut pak tentara, musnahkan," tulis akun @polseksrandakan di komentar kedua dalam postingan berbeda.

BACA JUGA:Update Tragedi Kanjuruhan, Menko PMK : 130 Orang Tewas, 19 Belum Teridentifikasi 

Sementara Kapolsek Srandakan, Kompol Sudarsono membenarkan adanya postingan dari akun Twitter resmi humas Polsek Srandakan. Bahkan, pihaknya sudah meminta keterangan dari petugas yang mengelola akun tersebut.

"Kami sudah melacak juga ke anggota pemegang admin Twitter tersebut memang anggota saya dari humas. Kemudian, anggota saya itu tidak merasa bahwa dirinya yang menulis komentar," ujarnya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Diduga kuat, kata Kapolsek, akun media sosial tersebut menjadi incaran pembajakan oleh orang tidak dikenal. Namun, untuk menguji kebenaran itu, pihaknya sudah menyerahkan kasus ini ke Polres Bantul.

"Untuk yang bersangkutan sudah diperiksa oleh Propam Polres Bantul. Karena itukan bukan pernyataan kesatuan, jadi ada kelalaian dari oknum anggota saja," katanya.

Menurut Kapolsek, dugaan kuat dibajak karena sandi akun Twitter resmi milik Polsek Srandakan sudah lama tidak diperbaharui. Pihaknya pun meminta maaf dengan adanya komentar yang kurang pantas di akun Polsek Srandakan.

Selain itu, Kapolsek menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban pada insiden kericuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang Sabtu 1 Oktober 2022 malam.

"Terhadap para korban, keluarga yang tertimpa musibah itu kami secara pribadi maupun kesatuan di Polsek Srandakan ikut berbelasungkawa sedalam-dalamny. Dan terhadap pernyataan di media sosial itu entah itu benar atau salah, karena anggota saya sedang diperiksa, saya secara pribadi juga menyampaikan permohonan maaf atas kekeliruan yang sudah keluar di media sosial," pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini